Kamis, 22 Maret 2012 1 komentar

Kasus Memory


        Memori

Memori adalah Kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat digunakan dimasa yang akan datang.
Teori-teori lupa
1.      Decay Theory
Adalah teori yang menyatakan bahwa lupa terjadi karena memori memudar dari waktu ke waktu.
 Menurut teori ini, sebuah informasi yang telah disimpan didalam memory apabila tidak digunakan, informasi itu akan sulit dipanggil kembali. Karena menurut teori ini memory akan semakin aus dengan berlalunya waktu.
2.      Interference Theory
Teori yang menyatakan bahwa lupa bisa terjadi dikarenakan memory yang sama mengganggu penyimpanan atau pengambilan informasi.
Menurut teori ini,sebuah informasi yang telah disimpan di Long Term Memory akan sulit dipanggil kembali karena terganggu oleh informasi-informasi lain (baru).
3.      Reconstruction (Schema) Theory
Adalah informasi yang disimpan di LTM terkadang berubah dari waktu ke waktu menjadi lebih sesuai dengan kepercayaan, pengetahuan, dan harapan kita.
4.      Motivated Forgetting Theory
Adalah melupakan informasi yang mengecewakan, menyakitkan, dan peristiwa tidak menyenangkan lainnya.
Menurut teori ini, seseorang akan melupakan sebuah informasi apabila saat dia menerima informasi tersebut, dia merasa informasi tersebut tidak/kurang bermakna bagi dirinya, sehingga ia sengaja atau tidak sengaja tidak menyimpan informasi tersebut dengan baik.



Contoh Kasus
Kasus seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dimana seseorang yang telah kita kenal sebelumnya, kita lupa siapa namanya.
Saya pernah mengalami suatu peristiwa dimana pada saat itu saya sedang jalan-jalan sore didaerah saya, saya dan teman saya menaiki kendaraan ribuan kilo meter kami telusuri perlintasan daerah itu,padasaat dijalan saya berpapasan dengan teman SD saya, Saya ingat betul kalau itu teman SD saya karena saya ingat wajahnya, akan tetapi sial! Saya lupa namanya, kami hanya bersorak woi mau kemana kamu.
Begitulah peristiwa yang saya alami. Mengapa saya bisa lupa namanya? Mungkin, pada saat itu saya tidak menyimpan informasi itu dengan baik,atau bahkan saya menganggap dia teman yang biasa aja, bukan teman yang special bagi saya sehingga saya terlalu cepat untuk melupakan namanya.
·         Menurut saya kasus saya tersebut termasuk Decay Theory yaitu  memori memudar dari waktu ke waktu.
 Menurut teori ini, sebuah informasi yang telah disimpan didalam memory apabila tidak digunakan, informasi itu akan sulit dipanggil kembali. Karena menurut teori ini memory akan semakin aus dengan berlalunya waktu.

Rabu, 21 Maret 2012 0 komentar

Teknologi Pembelajaran

Teknologi Dan Pendidikan

  • Teknologi pembelajaran (Instructional Techonology) adalah teori dan praktek tentang perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar.
  • Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita kini hidup.
  • Orang menggunakan komputer,bolpoin,surat, dan telepon untuk berkomunikasi. masyarakat informasi baru masih mengandalkan beberapa keahlian nonteknologi mendasar, seperti: keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, berfikir mendalam, berfikir kreatif, dan bersikap positif. akan tetapi, didunia yang kini berorientasi teknologi, kompetensi orang makin ditantang dan diperluas dengan cepat (Bitter & Pierson,2002; Collis 7 Sakamoto,1996;Nickerson,20000).
                                                      
  1. Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung diseluruh dunia, menyediakan informasi yang tidak terhingga yang dapat diakses murid.
  2. World wide web(web) adalah sisitem pengambilan hypermedia  yang menghubungkan berbgai materi internet;materi mencakup teks dan grafis.
  3. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. website menampilkan informasi yang dimasukan oleh individu atau organisasi.
  4. Email adalah singkatan dari electronic mail. merupakan bagian penting lain dari intenet, pesan dapat dikirim dan diterima dari individu atau dari banyak individu sekaligus.
  • Standar untuk murid yang "melek teknologi"
  1. Pra teman kanak-kanak sampai grade dua.  
  • Gunakan alat input dan output untuk mengoperasikan komputer.
  • Gunakan variasi media dan teknologi .
  • Gunakan sumber daya multimedia yang pas.
  • Kerja sama dengan teman, anggota keluarga, dan orang lain saat menggunakan teknologi.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk pembelajaran.
  • Tunjukan perilaku yang etis dan sosial yang positif saat menggunakan teknologi.
     2.  Grade 3 sampai 5.
  • Gunakan keyboard dan alat input dan output lain secara efektif.
  • Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Gunakan alat teknologi untuk menulis, berkomunikasi, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
  • Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online untuk berpartisipan dalam proyek pembelajaran bersama.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk aktivitas pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri.
    3. Grade 6 sampai 8.
  •  Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasikan dan memecahkan masalah hardware dan software yang muncul dalam penggunaaan sehari-hari.
  • Tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi dan efeknya terhadapa lapangan kerja dan masyarakat.
  • Gunakan alat spesifik, software, dan simulasi untuk mendukung pembelajaran dan riset.
  • Desain,kembangkan, publikasikan, dan paparkan produk.
  • Teliti dan evaluasi akurasi,relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.
   4. Grade 9 sampai 12.
  • Identifikasikan kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kotemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan profesional.
  • Gunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasikan, komunikasi, dan produktivitas.
  • Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.


       Referensi
  • Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 

                                                     
Minggu, 18 Maret 2012 0 komentar

Alfred Binet





 Apa sich inteligensi itu??? inteligensi itu adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Banyak para ahli yang mengemukakan tentang inteligensi terutama Alfred Binet.

                      ALFERD BINET ( 1857 -1911)

Alferd Binet lahir di Nice, Prancis pada tanggal 8 Juli 1857. Alfred Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga pengacara (ahli hukum). Hasil karya terbesar dari Alfred Binet di bidang psikologi adalah apa yang sekarang ini dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. 
Menurut Alfred Binet, definisi inteligensi terbagi dalam 3 bagian yaitu :
1. Direction , kemampuan untuk memusatkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan.
2. Adaptation, kemampuan untuk mengadakan adapatasi terhadap masalah yang dihadapinya atau fleksibel dalam menghadapi masalah
3. Critism, kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalah yang dihadapi atau terhadap dirinya sendiri.
Ia bersama mahasiswanya yaitu Theophile Simon menyusun tes inteligensi. Tes itu disebut Skala 1950. Tes ini terdiri dari 30 pertanyaan, mulai dari kemampuan untuk menyentuh telinga hingga kemampuan untuk menggambarkan desain berdasarkan ingatan dan mendefinisikan konsep abstrak. Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah test untuk mengukur usia mental (the mental age atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang berbeda. Dengan kata lain, jika seorang anak dapat menyelesaikan suatu test atau memberikan respons secara tepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diperuntukan bagi anak berusia 8 (delapan) maka ia dikatakan telah memiliki usia mental 8 (delapan) tahun. Tak lama kemudian pada tahun 1912 Wiliam Stern menciptakan konsep inteligensi quotient ( IQ ) yaitu usia mental seseorang dibagi dengan usia kronologis ( chronological age - CA), dikalikan 100. Jadi, rumusnya IQ = MA/CA x 100. Jika usia mental sama dengan usia kronologis, maka IQ nya adalah 100. Jika usia mental di atas usia kronologis, maka IQ nya lebih dari 100, misalnya anak enam tahun dengan usia mental 8 tahun akan punya IQ 133. Jika usia mentalnya di bawah usia kronologis, maka IQ  nya di bawah 100. Misalnya anak usia 6 tahun dengan usia mental 5 tahun akan punya IQ 83.
Tes Binet direvisi berkali-kali untuk di sesuaikan dengan kemajuan dalam pemahaman inteligensi dan tes inteligensi. Revisi-revisi ini disebut tes stanford binet karena di revisi di stanford university.  Tes stanford binet ini dilakukan secara individual untuk orang dari usia 2 tahun hingga dewasa. Tes ini memuat banyak item, beberapa diantaranya membutuhkan jawaban verbal, yang lainnya respon non verbal. Misalnya, item yang mencerminkan level kinerja usia 6 tahun pada tes tersebut adalah tes kemampuan verbal untuk mendefinisikan setidaknya enam kata, seperti jeruk dan amplop dan kemampuan nonverbal untuk menelusuri suatu jalur yang ruwet. Item yang merefleksikan level kinerja dewasa antara lain tes pendefinisian kata seperti disproporsial dan hormat, tes menjelaskan pepatah, dan membandingkan anatara pengangguran dan kemalasan. Edisi keempat tes stanford binet dipublikasikan pada 1985. salah satu penambahan pentinng pada versi ini adalah analisis respons individual dari segi empat fungsi : penalaran verbal, penalaran kuantitatif, penalaran visual abstrak, dan memori jangka pendek. Skor komposit umum masih dipakai untuk mengetahui keseluruhan inteligensi. Tes stanford binet masih menjadi salah satu tes yang paling banyak di gunakan untuk menilai inteligensi murid.
 
;