Senin, 09 April 2012 0 komentar

Proses Kognitif,Motivasi dan Tujuan Instruksional.

1. Sejarah Kognisi
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan .Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir . Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.
Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kognisi maka berkembanglah psikologi kognitif yang menyelidiki tentang proses berpikir manusia. Proses berpikir tentunya melibatkan otak dan saraf-sarafnya sebagai alat berpikir manusia oleh karena itu untuk menyelidiki fungsi otak dalam berpikir maka berkembanglah neurosains kognitif. Hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh kedua bidang ilmu tersebut banyak dimanfaatkan oleh ilmu robot dalam mengembangkan kecerdasan buatan.

Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Faktor yang memengaruhi kesulitan dan kecepatan pemilihan dan pelaksanaan respon adalah kompleksitas keputusan, perkiraan terhadap respon, trade-off kecepatan dan akurasi, dan feedback yang diperoleh (Groover, 2007). Kompleksitas keputusan dipengaruhi oleh jumlah tindakan yang mungkin dipilih, yang juga berpengaruh terhadap lamanya waktu pengambilan keputusan. Perkiraan terhadap respon dipengaruhi oleh informasi yang diterima. Jika informasi yang diterima telah diperkirakan sebelumnya, pemrosesan informasi akan lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak diperkirakan. Trade-off antara kecepatan dan akurasi merupakan korelasi negative antara keduanya pada pemilihan dan pelaksanaan respon. Dalam beberapa situasi, semakin cepat seseorang memilih respon, kemungkinan kesalahan terjadi meningkat. Feedback merupakan efek yang diketahui oleh seseorang sebagai verifikasi atas tindakan yang dilakukannya. Rentang waktu antara tindakan dengan feedback harus diminimasi.


Fungsi-fungsi kognisi
 
  •  Atensi dan kesadaran
Atensi adalah pemrosesan secara sadar sejumlah kecil informasi dari sejumlah besar informasi yang tersedia. Informasi didapatkan dari penginderaan, ingatan dan proses kognitif lainnya. Atensi terbagi menjadi atensi terpilih (selective attention)dan atensi terbagi (divided attention). Kesadaran meliputi perasaan sadar maupun hal yang disadari yang mungkin merupakan fokus dari atensi.
  •  Persepsi
Persepsi adalah rangkaian proses pada saat mengenali, mengatur dan memahami sensasi dari panca indera yang diterima dari rangsang lingkungan. Dalam kognisi rangsang visual memegang peranan penting dalam membentuk persepsi. Proses kognif biasanya dimulai dari persepsi yang menyediakan data untuk diolah oleh kognisi.
  •  Ingatan
Ingatan adalah saat manusia mempertahankan dan menggambarkan pengalaman masa lalunya dan menggunakan hal tersebut sebagai sumber informasi saat ini. Proses dari mengingat adalah menyimpan suatu informasi, mempertahankan dan memanggil kembali informasi tersebut. Ingatan terbagi dua menjadi ingatan implisit dan eksplisit. Proses tradisional dari mengingat melalui pendataan penginderaan, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang.
  • Bahasa
Bahasa adalah menggunakan pemahaman terhadap kombinasi kata dengan tujuan untuk berkomunikasi. Adanya bahasa membantu manusia untuk berkomunikasi dan menggunakan simbol untuk berpikir hal-hal yang abstrak dan tidak diperoleh melalui penginderaan. Dalam mempelajari interaksi pemikiran manusia dan bahasa dikembangkanlah cabang ilmu psikolinguistik
  • Pemecahan masalah dan kreativitas
Pemecahan masalah adalah upaya untuk mengatasi hambatan yang menghalangi terselesaikannya suatu masalah atau tugas. Upaya ini melibatkan proses kreativitas yang menghasilkan suatu jalan penyelesaian masalah yang orisinil dan berguna.
  • Pengambilan keputusan dan penalaran

Dalam melakukan pengambilan keputusan manusia selalu mempertimbangkan penilaian yang dimilikinya. Misalnya seseorang membeli motor berwarna merah karena kepentingan mobilitasnya, dan kesenangannya terhadap warna merah. Proses dari pengambilan keputusan ini melibatkan banyak pilihan. Untuk itu manusia menggunakan penalaran untuk mengambil keputusan. penalaran adalah proses evaluasi dengan menggunakan pembayangan dari prinsip-prinsip yang ada dan fakta-fakta yang tersedia. Penalaran dibagi menjadi dua jenis yaitu penalaran deduktif dan penalaran induktif.

 2. Motivasi
Motivasi adalah proses yang memberi semangat,arah dan kegigihan perilaku. artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi,terarah dan bertahan lama.

  • Perspektif tentang Motivasi 
  1. perspektif behavioral adalah persepktif yang menekankan imbalan dan hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
  2. perspektif humanistik adalah perspektif yang menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan  untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif(seperti peka terhadap orang lain).
  3. hierarki kebutuhan adalah individual harus dipuaskan dalam urutan sebagai berikut: fisiologis,keamanan,cinta dan rasa memiliki,harga diri dan aktualisasi diri.
  4. aktualisasi diri adalah motivasi untuk mengembangkan potensi diri secara penuh sebagai manusia.
  5. perspektif kognitif adalah perspektif yang menekankna arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan.  
  6. perspektif sosial adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman.
  • Motivasi Untuk Meraih Sesuatu
  1. motivasi ekstrinsik adalah motivasi untuk melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain.
  2. motivasi instrinsik adalah motivasi unruk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri.
3. Tujuan Insruksional
  1. instruksi langsung adalah pendekatan teacher_centered yang terstruktur yang dicirikan oleh arahan dan kontrol guru, ekspetasi guru yang tinggi atas kemajuan murid, memaksimilasasi waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akademik dan usaha oleh guru meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid.
  2. seatwork adalah menyuruh semua murid atau sebagian besar murid untuk belajar sendiri-sendiri di bangku mereka. 
referensi 
  • Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 
  •  Sternberg, R.J. (2006) Cognitive Psychology. Belmont, CA: Thomson Wadsworth  
  • Bjorklund, D.F (2000). Children's thinking:developmental function and individual differences. Belmont, CA : Wadsworth
Minggu, 08 April 2012 0 komentar

Hasil Diskusi Kelompok Materi Psikologi Sekolah

  

PERBANDINGAN ANTARA PSIKOLOGI PENDIDIKAN, SEKOLAH DAN GURU BK

1.     PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Psikologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki segi-segipsikologi dalam situasi pendidikan. Psikologi pendidikan sebagai bagian dari studi psikologi, berusaha sejauh mungkin untuk lebih berhasil dalam memformulasikan tujuan pendidikan, penyususunan kurikulum dan pengorganisasian proses belajar mengajar. Psikologi pendidikan berusaha memecahkan masalah-masalah, antaralain:
1.  Pengaruh pembawaan dan lingkungan atas belajar.
2. Teori dan proses belajar.
3. Hubungan taraf kesiapan belajar.
4. Perbedaan individu dan pengaruhnya terhadap hasil pendidikan.
 5. Perubahan batiniah yang terjadi selama belajar.
6. Hubungan antara teknik mengajar dan hasil belajar.
7.         Teknik evaluasi yang efektif atas kemajuan yang dicapai anak didik.
8. Perbandingan hasil pendidikan formal dan pendidikan informal atas individu.
9.        Nilai sikap ilmiah terhadap pendidikan yang dimiliki para petugas pendidikan(guru).
10.           Pengasuh kondisi sosial anak didik atas pendidikan yang diterima.

2.    PSIKOLOGI SEKOLAH

      Psikologi sekolah adalah salah satu bidang dari beberapa bidang psikologi pendidikan. Tujuan adanya psikologi sekolah adalah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi.  Beberapa Tugas Psikolog Sekolah Adalah :
1.   Membantu pendidik dalam melaksanakan kelas yang aman, kelas sehat di lingkungan sekolah.
2.   Mengasuh, memberi strategi pemecahan masalah, penyalahgunaan zat, dan topik lainnya yang berkaitan dengan sekolah sehat.

3.    Melakukan penelitian tentang instruksi yang efektif, manajemen perilaku, program-program sekolah alternatif, dan intervensi kesehatan mental.
4.   Intervensi langsung dengan siswa dan keluarga melalui konseling individu, kelompok pendukung, dan pelatihan keterampilan.
5.   Mengkomunikasikan hasil evaluasi psikologis untuk orang tua, guru, dan lain-lain sehingga mereka dapat memahami sifat kesulitan siswa dan bagaimana untuk melayani kebutuhan siswa.
6.    Bekerja dengan berbagai masalah emosional dan akademik mahasiswa.
7.    Melayani satu atau beberapa sekolah di daerah sekolah atau bekerja untuk sebuah pusat kesehatan mental masyarakat didalam lingkungan universitas.

3. GURU BK

       Memilki tugas sebagai berikut :
1. Penyusunan dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling


2.   Koordinasi dengan Wali Kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi anak didik tentang kesulitan belajar


3.  Memberikan layanan dan bimbingan kepada anak didik agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar


4.  Memberikan saran dan pertimbangan kepada anak didik dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai


5. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling


6. Menyusun statistic hasil penilaian bimbingan dan konseling


7. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar


8. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling


9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan bimbingan dan koseling

FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI AGENT OF CHANGE

Sekolah sebagai lembaga pembaharu (agent of change), yang mengintrodaksi perubahan pengetahuan, cara berpikir, pola hidup, kebiasaan, tata cara pergaulan, dan sebagainya. Di sekolah siswa siswi di didik  untuk memiliki pola kehidupan yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat dengan baik dan menjadi warga negara yang baik juga. Jadi, tugas sekolahlah untuk merubah pola-pola tersebut tetapi dari individual sendiri pun harus mau juga untuk dididik agar semua tujuan tersebut tercapai. Selain itu, Dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan sekolah me-megang peranan penting sebagai agent of change untuk membawa perubahan-perubahan sosial, akan tetapi dalam norma-norma sosial, seperti keluarga, agama, filsafat bangsa, sekolah cenderung untuk mempertahankan yang lama dan dengan demikian mencegah terjadinya perubahan yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
      
METODE YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM PENGAJARAN di SEKOLAH
         
 Berikut ini adalah metode-metode pengajaran di sekolah :
1.       Metode ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan secara lisan oleh seseorang guru terhadap kelasnya. Dalam pelaksanaan ceramah untuk menjelaskan urainnya, guru dapat menggunakan alat-alat bantu, seperti gambar- gambar dan yang paling utama adalah bahasa lisan. Metode ceramah adalah metode mengajar yang sampai saat ini masih mendominasi atau paling banyak di gunakan guru dalam dunia pendidikan.

 2. Metode Belajar Mengajar ‘Tanya Jawab’
Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru ke siswa dan begitu juga sebaliknya.
Metode ini banyak digunakan dalam proses belajar mengajar, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun sekolah. Dan metode ini merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat membantu kekurangan- kekurangan pada metode ceramah, dikarenakan apabila suatu penjelasan guru yang belum dimengerti, maka siswa/anak didik dapat langsung menanyakan pada guru.

3.  Metode Belajar Mengajar ‘Pemberian Tugas’
Metode pemberian tugas adalah suatu cara dalam proses belajar mengajar di mana guru memberi tugas tertentu dan murid mengerjakannya, kemudian tugas tersebut dipertanggung jawabkan kepada guru. Dalam hal ini guru memberikan tugas pada murid untuk maju ke depan kelas untuk medemonstrasikan apa yang diajarkan guru.
Dalam pendidikan agama sering digunakan metode ini terutama dalam hal yang bersifat praktis, sehingga siswa mempunyai gambaran yang jelas tentang materi pelajaran yang telah diterimanya.

4. Metode Belajar Mengajar ‘Demostrasi/Praktek’
Metode Demostrasi atau praktik adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada anak didik.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses yang bersifat praktis, misalnya : Bagaimana cara yang benar dalam melaksanakan ibadah sholat, baik cara memulai, mengerjakan maupun cara mengakhiri shalat serta apa saja yang disunnahkan dan membatalkannya.

         PERMASALAHAN YANG TERJADI di SEKOLAH

Kejenuhan adalah rasa yang sering timbul selain rasa malas. Baik itu pada siswa maupun pada Guru. Namun, lebih sering melanda siswa. Apalagi, jam pelajaran ekstra yang diletakkan di akhir pelajaran. Lapar, kantuk, dan lemahnya konsentrasi. Hal ini biasa terjadi, terutama pada sekolah-sekolah yang menerapkan sistem fullday dan bimbingan belajar. Kelas 9 dan XII misalnya, hampir setiap hari ketika dekat bulan ujian, mau tak mau mereka harus puas dengan seabrek soal untuk latihan.
 cara ngatasin rasa jenuh / bosen saat lagi belajar di kelas ada beberapa cara , berikut ini caranya :

Belajar di Alam terbuka.                         

Cara belajar seperti ini paling banyak disukai. Sembari merasakan udara luar, ternyata lebih bisa berkonsentrasi dengan lebih santai dan segar.Agar dapat secara mudah memusatkan pikiran untuk memahami dan mempelajari  dan juga udara yang sejuk membuat konsentrasi lebih besar.
cara menghilangkan rasa jenuh/bosan saat belajar di sekolah ada beberapa caranya , berikut caranya :

Belajar bersama teman 
Saat belajar di kelas ajak teman belajar bersama untuk memebahas pelajaran, diskusi dan lain-lain. Tapi jangan berbicara/mengobrol saat guru sedang menjelaskan pelajaran.

Gunakan metode In door 
Di sekolah penerapan belajar diluar kelas /alam terbuka juga dapat diterapkan , tapi metode tersebut dapat digunakan hanya pada mata pelajaran tertentu seperti pada saat pelajaran biologi untuk pengamatan tumbuhan.

        KEDUDUKAN PSIKOLOGI SEKOLAH dalam ILMU PSIKOLOGI

Psikologi sekolah berusaha menciptakan situasi yang mendukung bagi anak didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, sosialisasi, dan emosi yang bertujuan untuk membentuk mind set anak. Psikologi sekolah fokus pada teori belajar, metode pengajaran, motivasi, kognitif, emosional, dan perkembangan moral serta hubungan orangtua anak. Psikologi sekolah juga mendalami anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ahli lain menambahkan bahwa psikologi sekolah berguna dalam penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas, pengembangan dan pembaruan kurikulum, ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan, sosialisasi proses dan interaksi proses itu dengan pendayagunaan kognitif dan penyelenggaraan pendidikan keguruan. Teoris dan peneliti lebih diidentifikasi sebagai psikolog pendidikan, sementara praktisi di sekolah lebih diidentifikasi sebagai psikolog sekolah.

      HAL-HAL YANG DI BERIKAN DALAM KAITANNYA DENGAN LAYANAN PSIKOLOGI SEKOLAH

Beberapa ketrampilan umum yang seharusnya dimiliki seorang psikolog sekolah adalah sebagai berikut :
Menguasai dasar-dasar serta falsafah bimbingan dan konseling
Mahir dan trampil dalam pengumpulan data dan interpretasinya (tes, wawancara, observasi, penggunaan inventori, dan sebagainya)
Memahami teori dan dapat mempraktekkan konseling individual maupun kelompok
Memahami teori perkembangan vokasional dan praktek atau penerapan bimbingan vokasional
Mampu mempraktekkan etika profesi
Mahir dalam statistic dan metode penelitian pendidikan
Kaya akan informasi mengenai sistem pendidikan
Terampil menangani kasus karena telah terlatih melalui magang atau program profesi dengan supervisi.

 
;