Jumat, 04 Mei 2012 0 komentar

Pendidikan SLB B

1.       Bagaimana pendidikan di SLB B ?


SLB B yaitu sekolah luar biasa untuk tuna rungu ( pendengaran ).
Gangguan pendengaran dapat menyulitkan proses belajar anak. Anak yang tuli secara lahir dalam kemampuan berbicara dan bahasanya.
 Banyak anak yang memiliki masalah pendengaran , mendapatkan pengajaran tambahan  di luar kelas regular.

 Pendekatan pendidikan untuk membantu anak yang punya masalah pendengaran terdiri dari dua kategori: pendekatan oral dan pendekatan manual.
1.       Pendekatan oral antara lain menggunakan metode membaca gerak bibir, speech reading ( menggunakan alat visual untuk mengajar  membaca , dan sejenisnya.
2.       Pendekatan manual adalah dengan bahasa isyarat dan mengeja jari (finger speeling).
3.       Bahasa isyarat adalah sistem gerakan tangan yang melambangkan kata. Pengejaan jari adalah “mengeja” setiap kata dengan menanndai setiap huruf dari satu kata.

Pendekatan oral dan manual dipakai bersama untuk mengajar murid yang mengalami gangguan pendengaran ( hallahann & kauffkann, 2000).

2.       Seandainya saya seorang psikolog di SLB B, yang harus saya lakukan adalah?

1.       Saya harus bersikap sabar.
2.       Berbicara secara wajar (tidak terlalu cepat atau terlalu lambat).
3.       Jangan berteriak, sebab tindakan ini tidak akan membantu. Berbicara dengan jelas akan banyak membantu.
4.       Kurangi gangguan dan suara bising.
5.       Tatap murid yang saya ajak bicara, karena murid perlu membaca.

Referensi
Lahey, Benjamin B . (2007) . Psychology an Introduction . NEW York : McGraw-Hill.
 
Kamis, 03 Mei 2012 0 komentar
A. Hakikat Anak Berkebutuhan Khusus


    Anak berkebutuhan khusus dapat dimaknai dengan anak-anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaa, dan juga anak lantib dan berbakat(Mulyono,2006:26). 

    Banyak istilah yang digunakan untuk mencoba mengkategorikan anak-anak dengan kebutuhan khusus, beberapa istilah yang dapat membantu guru mengumpulkan informasi yang merencanakan untuk masing-masing anak mencakup: dungu, gangguan fisik, lumpuh otak, gangguan emosional, ketidakmampuan mental, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, ketidakmampuan belajar, autistik, dan keterlambatan perkembangan.

     Kata-kata yang sering digunakan berasal dari konsep lama dan mengabaikan sikap dan pengharapan negatif petunjuk berikut berguna memikirkan dan merencanakan engan ketidakmampuan:
  • Tekankan keunikan dan nilai dari semua anak daripada perbedaan mereka.
  • Jaga pandangan masing-masing: hindari penekanan ketidakmampuan dengan mengenyampingkan pencapaian masing-masing.
  • Pikirkan cara anak yang tidak berkemampuan dapat melakukan sesuatu sendiri atau untuk anak yang lain.
  • Berikut lingkungan di masa anak yang bermasalah ikut serta dalam kegitan denagn anak yang tidak bermasalah dan cara-cara bermanfaat satu sama lain.
B. Pendidikan Inklusi di Indonesia

      Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang mengkoordinasi dan mengintegrasikan siswa reguler dan siswa penyandang cacat dalam program yang sama, dari satu jalan untuk menyiapkan pendidikan bagi anak penyandang cacat adalah pentingnya pendidikan inklusi, tidak hanya memenuhi target pendidikan untuk semua dan pendidikan dasar 9 tahun, akan tetapi lebih banyak keuntungannya tidak hanya memenuhi hak-hak asasi manusia dan hak-hak anak tetapi lebih penting lagi bagi kesejahteraan anak, karena pendidikan inklusi mulai dengan merealisasikan perubahan keyakinan masyarakat yang terkandung di mana akan menjadi bagian dari keseluruhan, dengan demikian penyandang cacat anak akan merasa tenang, percaya diri, merasa dihargai, dilindungi, disayangi, bahagia dan bertanggung jawab.
inklusi terjadi pada semua lingkungan sosial anak, Pada keluarga, pada kelompok teman sebaya, pada sekolah, pada institusi-institusi kemasyarakatan lainnya. Sebuah masyarakat yang melaksanakan pendidikan inklusi berkeyakinan bahwa hidup dan belajar bersama adalah cara hidup (way of life) yang terbaik, yang menguntungkan semua orang, karena tipe pendidikan ini dapat menerima dan merespon setiap kebutuhan individual anak. Dengan demikian sekolah atau pendidikan menjadi suatu lingkungan belajar yang ramah anak-anak. Pendidikan inklusi adalah sebuah sistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak penuh berpartisipasi dalam kegiatan kelas reguler tanpa mempertimbangkan kecacatan atau karakteristik lainnya. Disamping itu pendidikan inklusi juga melibatkan orang tua dalam cara yang berarti dalam berbagi kegiatan pendidikan, terutama dalam proses perencanaaan, sedang dalam belajar mengajar, pendekatan guru berpusat pada anak.

      Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk menjamin keberlangsungan hidupnya agar lebih bermartabat. Karena itu negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun sayangnya sistem pendidikan di Indonesia belum mengakomodasi keberagaman, sehingga menyebabkan munculnya segmentasi lembaga pendidikan yang berdasar pada perbedaan agama, etnis, dan bahkan perbedaan kemampuan baik fisik maupun mental yang dimiliki oleh siswa. Jelas segmentasi lembaga pendidikan ini telah menghambat para siswa untuk dapat belajar menghormati realitas keberagaman dalam masyarakat.
Selama ini anak – anak yang memiliki perbedaan kemampuan (difabel) disediakan fasilitas pendidikan khusus disesuaikan dengan derajat dan jenis difabelnya yang disebut dengan Sekolah Luar Biasa (SLB). Secara tidak disadari sistem pendidikan SLB telah membangun tembok eksklusifisme bagi anak – anak yang berkebutuhan khusus. Tembok eksklusifisme tersebut selama ini tidak disadari telah menghambat proses saling mengenal antara anak – anak difabel dengan anak – anak non-difabel. Akibatnya dalam interaksi sosial di masyarakat kelompok difabel menjadi komunitas yang teralienasi dari dinamika sosial di masyarakat. Masyarakat menjadi tidak akrab dengan kehidupan kelompok difabel. Sementara kelompok difabel sendiri merasa keberadaannya bukan menjadi bagian yang integral dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Seiring dengan berkembangnya tuntutan kelompok difabel dalam menyuarakan hak – haknya, maka kemudian muncul konsep pendidikan inklusi. Salah satu kesepakatan Internasional yang mendorong terwujudnya sistem pendidikan inklusi adalah Convention on the Rights of Person with Disabilities and Optional Protocol yang disahkan pada Maret 2007. Pada pasal 24 dalam Konvensi ini disebutkan bahwa setiap negara berkewajiban untuk menyelenggarakan sistem pendidikan inklusi di setiap tingkatan pendidikan. Adapun salah satu tujuannya adalah untuk mendorong terwujudnya partisipasi penuh difabel dalam kehidupan masyarakat. Namun dalam prakteknya sistem pendidikan inklusi di Indonesia masih menyisakan persoalan tarik ulur antara pihak pemerintah dan praktisi pendidikan, dalam hal ini para guru.

 C. Peran Guru dalam Kemitraan dengan Orang tua

Beberapa akan dipaparkan  beberapa hal yang harus diperhatikan guru dalam mengoptimalkan layanan anak dengan kebutuhan khusus:
  • Sikap Guru yang Selalu Membantu.
  • Bertindak Proaktif dengan Orang tua
  • Perpustakaan yang dapat dipinjam
  • Makan bersama Orang tua dan Pameran Seni Karya
  • Kerja Bersama di Hari Sabtu
  • Pertemuan Orang tua
  • Mengatasi Komplain Orang tua
  • Ketika Terjadi Kecelakaan
  • Daftar Baby Sitter
  • Buku Catatan Orang tua dan Daftar Telepon
  • Pertemuan Orang tua dan Guru
  • Kursus Bagi Orang tua
  • Hari HIburan Anak dan Keluarga
  • Buku Pesan untuk Orang tua
Dr. Yuliani Nurani Sujiono, M.pd(2009) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Kembangan-Jakarta Barat.
1 komentar

Puisi Cinta Romantis : Inilah Caraku Mencintaim


dengan tak menghubungimu,
tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu,
dan bahkan sekedar chatting untuk menyapamu,
aku mencintaimu dengan menjauh darimu,
bukan karena aku membencimu,
namun karena aku ingin menjagamu dan menjaga diriku sendiri dari khalwat yang menjebak,
aku mencintaimu dengan menjaga diriku dan dirimu,
menjaga kesucianku dan kesucianmu,
menjaga kehormatanku dan kehormatanmu,
menjaga kebeningan hatiku dan hatimu,
ya......
Beginilah caraku mencintaimu,
mencintaimu dalam diamku,
karena diamku adalah bukti cintaku padamu..

dan sekarang,
keadaan menegurku,
sehingga dapat membantu menyadarkanku dari kesalahan yang telah aku perbuat,
meskipun pesonamu terhadapku belum pulih,
belum pulih..

aku tak bisa memungkiri,
bahwa setiap manusia pasti akan merasakan fitrahnya,
termasuk permasalahan ketertarikannya terhadap lawan jenis,
maka jika harus demikian,
untuk apa jika hati ini aku tambatkan kepada siapa yang bukan orangnya nanti,
jika memang hati ini sangat peka terhadap pengaruh diri yang memilikinya ketika hati ini salah dalam pengelolaanya,

oleh karenanya,
jika aku harus mencintai lawan jenis adalah fitrahku sebagai manusia, maka aku akan mencoba untuk mencintai siapa yang akan menikah denganku nanti,
walaupun aku belum pernah bertemu dengannya,
lantaran pasti Allah akan mempertemukanku dengannya,
sehingga usahaku yang sia-sia akan cenderung berkurang di dalam lingkup fitrahku,
InsyaALLAH..

Kalau saja Allah menjadikan aku menikah dengan seorang lelaki yang ditakdirkan Allah kepadaku,
maka untuk apa aku berharap dan menghabiskan waktuku kepada yang lainnya,
yang belum tentu akan menjadi suamiku ku kelak,
sedangkan hati ini mudah terdominasi dengan sesuatu hal yang lain,.

Dan rasa ketertarikanku cukuplah akan aku tumpahkan kepada isuami ku kelak..


Yaa Allah, sucikanlah hatiku hanya untuk siapa yang pantas menempatinya dengan keridhoanMu, cukup dia sajalah yang aku cintai karena aku tidak menginginkan keburukan ketika aku berbuat salah terhadap hatiku,
amiiin..
Senin, 30 April 2012 0 komentar

Contoh Kasus Motivasi



·         Teori Motivasi
Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri, faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara motivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.
Teori-Teori Motivasi
  • Teori Insentif: Yaitu teori yang mengatakan bahwa seseorang akan bergerak atau mengambil tindakan karena ada insentif yang akan dia dapatkan.

  • Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi.

  • Teori Hirarki Kebutuhan: Teori ini dikenalkan oleh Maslow sehingga kita mengenal hirarki kebutuhan Maslow. Teori ini menyajikan alasan lebih lengkap dan bertingkat. Mulai dari kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan kemanan, kebutuhan akan pengakuan sosial, kebutuhan penghargaan, sampai kebutuhan akan aktualisasi diri.

  • Takut Kehilangan vs Kepuasan: Teori ini mengatakan bahwa apda dasarnya ada dua faktor yang memotivasi manusia, yaitu takut kehilangan dan demi kempuasan (terpenuhinya kebutuhan). Takut kehilangan adalah adalah ketakutan akan kehilangan yang sudah dimiliki.

  • Kejelasan Tujuan: Teori ini mengatakan bahwa kita akan bergerak jika kita memiliki tujuan yang jelas dan pasti. Dari teori ini muncul bahwa seseorang akan memiliki motivasi yang tinggi jika dia memiliki tujuan yang jelas. Sehingga muncullah apa yang disebut dengan Goal Setting (penetapan tujuan).







·         Contoh Kasus

Ketika saya berada dikampus, saya pernah merasakan rasa lapar dan haus. Ketika itu posisi saya hampir jam mata kuliah selesai,jadi saya tahankan rasa lapar dan haus tersebut. Begitu jam mata kuliah selesai,saya langsung terburu-buru untuk pulang kekost, ketika saya dijalan saya melihat ada seorang anak SMP makan bakso bakar didalam angkutan umum dan rasa lapar itu pun memburu didalam hati saya, yang ada difikiran saya saat itu adalah begitu saya sampai langsung saya hajar itu makanan. Akhirnya  sampai juga  dikostan saya,saya tidak pulang kekost akan tetapi singgah ke pajus(kost saya dekat pajus) langsung lah saya beli  bakso bakar beserta teh poci karena bakso bakar merupakan makanan favorit dan menjadi objek yang pertama kali saya lihat ketika rasa lapar dan haus itu melanda makanya langsung saya beli bakso bakarnya.Dan akhirnya waaa rasa haus dan lapar pun akhirnya berubah menjadi kenyang.



·         Pembahasan Kasus

Dalam teori-teori motivasi diatas tersebut, kasus saya termasuk dalam

Dorongan Bilogis: Dalam hal ini yang dimaksud bukan hanya masalah seksual saja. Termasuk di dalamnya dorongan makan dan minum. Saat ada sebuah pemicu atau rangsangan, tubuh kita akan bereaksi.
Bisa dikatakan ini adalah dorongan fitrah atau bawaan kita sejak lahir untuk mempertahankan hidup dan keberlangsungan hidup.

sumber: 
Lahey, Benjamin B.(2007).Psychology an Introduction.New York:McGraw_Hill
Jumat, 27 April 2012 0 komentar

Rancangan Mini Proyek


Nama Kelompok :










TOPIK                            :  PERAN TEKNOLOGI SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA                     SISWA SMA

JUDUL                            : PERAN INTERNET SEBAGAI MEDIA BELAJAR PADA SISWA SMA

METODE                        : QUESTIONER

SUBJEK                          : SISWA SMA

TEMPAT                         : SMA NEGERI 11 MEDAN

ALAT dan BAHAN         : PULPEN
                                          KERTAS
                                          KAMERA
                                          SOUVENIR
                                          
BIAYA                            : Kertas             Rp  10.000
                                          Transportasi    Rp   20.000
                                          Souvenir          Rp   30.000
                                          Jumlah             Rp  60.000
                                          
PENDAHULUAN            :
Perkembangan teknologi informasi saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran yang besar didalam kegiatan bisnis, perubahan stuktur organisasi, dan manajemen organisasi. Dilain pihak, teknologi informasi juga memberikan peranan yang besar dalam pengembangan keilmuan dan menjadi sarana utama dalam suatu institusi akademik. Salah satunya internet.  Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. Sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia, menyediakan informasi yang tak terhingga yang dapat diakses. Banyak siswa-siswi SMA menggunakan internet untuk mencari tugas-tugas mereka yang di berikan oleh guru. Karena terkadang guru mereka memberikan tugas kepada mereka yang tidak terdapat di buku penyelesaiannya jadi mau tidak mau mereka harus searching dari internet. Di internet apa yang tidak ada di buku pasti ada di internet. Jadi, siswa-siswi pun suka menggunakan internet karena untuk memudahkan dalam penyelesaian tugas mereka.

LANDASAN TEORI          :

TIK adalah berbagai aspek yang melibatkan teknologi, rekayasa dan teknik pengelolaan yang digunakan dalam pengendalian dan pemrosesan informasi serta penggunaannya, komputer dan hubungan mesin (komputer) dan manusia, dan hal yang berkaitan dengan sosial, ekonomi dan kebudayaan [British Advisory Council for applied Research and Development: Report on Information Technology; H.M. Stationery Office, 1980). Definisi lain tentang TIK yaitu semua bentuk teknologi yang terlibat dalam pengumpulan, memanipulasi, komunikasi, presentasi dan menggunakan data (data yang ditransformasi menjadi informasi) [E.W. Martin et al. 1994. Managing Information Technology: What Managers Need to Know. New York :Prentice Hall].
Arti Teknologi Informasi dalam dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat diapakai untuk menyiarkan program pendidikan.  Salah satu bagian TIK itu adalah internet. Internet dapat menjadi alat penting untuk membantu murid belajar (Bissell dkk, 2002; Roblyer & Edwards, 2000). Akan tetapi, internet mengandung beberapa kelemahan (Gackenbach & Ellerman, 1999) karena untuk menggunakannya secara efektif maka sofwarenya harus di install terlebih dahulu dan adanya kekhawatiran murid-murid untuk menyalahgunakan internet. Tetapi apabila digunakan secara efektif maka internet dapat menambahkan pengetahuan kita.

ALASAN MEMILIH TOPIK TERSEBUT   :
            Karena kami ingin mengetahui seberapa besar peran internet sebagai wadah pembelajaran siswa-siswi SMA. Apakah itu memiliki dampak positif bagi siswa-siswi SMA  atau malahan memiliki dampak negatif.
            

 
;