Sabtu, 10 Maret 2012 0 komentar

Metode Guru

 Guru yang efektif menguasai mata pelajaran.

Ada problematika yang saya dapat dalam hal ini, terutama tentang pertanyaan yang menyatakan?
Apakah semua guru dikatakan efektif?
Menurut pribadi saya, tidak semua guru dikatakan efektif, pasti ada perbandingan yang sering kita sebut dengan Guru yang Pintar & Guru yang Bodoh.

Tepatnya hal ini sering terjadi ditempat daerah yang terisolasi, banyak contoh yang bisa dijadikan kategori Guru Pintar & Guru Bodoh.

Jika guru yang dapat menguasai pelajaran dan dapat memberikan umpan balik terhadap muridnya,maka ia bisa dikatakan guru yang pintar, sementara guru yang tidak dapat menguasai pelajaran dan tidak dapat memberikan umpan balik terhadap muridnya maka ia disebut guru yang bodoh.



 Apakah guru lebih bodoh dari kita?
Menurut saya, tidak ada seorang guru yang dikatakan pintar dan bodoh, istilah diatas hanya sebagai istilah sehari-hari kita saja.
Setiap manusia juga memiliki karakteristik yang berbeda-beda, begitu juga setiap guru pasti memiliki cara/metode transfer ilmu yang berbeda-beda.

  • Ada guru yang dikatakan pintar dalam menguasai mata pelajaran yang ia bawakan, akan tetapi apakah beliau bisa menstransfer ilmunya kepada muridnya dengan baik? jika guru yang terlalu tinggi ilmunya pasti lah ia menggunakan bahasa yang asing didengar muridnya apalagi muridnya dikatakan biasa-biasa saja. sehingga menyebabkan muridnya kesulitan untuk memahami mata pelajaran yang ia bawakan.
  •  Ada guru yang pandai sekali dalam hal menstransfer ilmu ke muridnya, akan tetapi ia tidak berwawasan luas, itu lah yang membuat keterbatasan muridnya untuk mengetahui hal-hal yang belum pernah mereka dengar.


jadi seorang guru tidak ada dikatakan pintar dan bodoh, kembali lagi bagaimana ia memiliki cara-cara yang jitu untuk mentransfer ilmunya kepada muridnya.
Jumat, 09 Maret 2012 0 komentar

Keahlian Memanajemen Kelas

Ada hal yang penting dalam memanajemen kelas:
  • Planning
  • Mengorganisasikan
  • Melakukan
  • Mengontrol
Dalam hal ini juga, setiap individu harus lah memiliki manajemen kelas yang bisa mengatur pribadinya menjadi lebih baik.
Kembali ke individu nya tersebut, seorang pembina nya pun harus lah menjadi orang yang dapat dijadikan sebagai contoh dalam hal memanajemen kelas.
contohnya :








                  Disuatu kelas ada seorang murid yang dikatakan sering keterlambatan masuk kelas, hal ini bisa ditoleran terkait dengan prilakunya yang tidak dapat memanajemen waktu dengan baik.
Tidak hanya cukup  sampai disitu juga, seorang guru juga harus dapat memberikan contoh yang dapat ditiru oleh anak didiknya, seperti :
  •       harus mampu memberikan suasana yang nyaman bagi muridnya.

  •       harus mampu mensiasati strategi peembelajaran yang baik.

  •       harus mampu mengorganisasikan kelas.

  •      harus mampu mengaktifkan suasana kelas.

  •     dan kembali ke awal,harus mampu menangani murid yang
              tidak mampu memanajemen waktu.


Jadi, hasil belajar saya yang saya dapatkan hari ini dan paling berkesan  adalah tentang "Keahlian Memanajemen Waktu"  


         Referensi
  • Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 
0 komentar

Fenomena Pendidikan

Hasil Diskusi Kelompok 8:

11018rika.blogspot.com
10013sw.blogusu.ac.id
08-046haa.blogspot.com

               Fenomena Kemajuan Teknologi

Dewasa ini, indonesia sedang mengalami perkembangan teknologi yang sangat pesat, diantaranya
banyak manusia yang menggunakan internet untuk mencari informasi, komunikasi yang biasanya dilakukan dengan tatap muka, sekarang ini bisa dilakukan dengan tatap muka.
            Internet bisa diakses oleh siapapun tanpa memandang usia. Dalam proses pembelajaran disekolah sekarang ini siswa sudah mulai menggunakan internet sebagai sunber belajar.
Dengan adanya account email dan blog akan mempermudah dosen ataupun mahasiswa untuk bertukar iinformasi yang berkaitan dengan mata kuliah Psikologi Pendidikan secara online.
Dengan adanya account email ini dosen yang tidak dapat hadir tetap bisa memberikan materi perkuliahan dan bisa melakukan diskusi dengan mahasiswanya.

Ini merupakan salah satu contoh bahwa internet bisa diakses oleh siapapun tanpa memandang usia.


Kamis, 08 Maret 2012 0 komentar

Psikologi Pendidikan dan Fenomena Pendidikan


  • FENOMENA PEDIDIKAN
 Banyak kisah yang bisa kita ungkapkan dalam fenomena pendidikan dewasa ini,tidak jauh dari sekitar kita,
 misalnya saja  anak jalanan yang ada disekitaran lampu merah atau tempat umum lainya.

Tahukah anda banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi mereka seperti itu diantaranya:



Psikologi secara etimologis, berasal dari kata psyche yang berarti jiwa atau nafas hidup, dan logos atau ilmu. Jadi secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut ilmu yang mempelajari kejiwaan dan proses mental.

Pendidikan secara harfiyah adalah usaha sadar yang di lakukan oleh pendidik terhadap peserta didik, untuk mewujudkan tercapainya perubahan tingkah laku, budi pekerti, keterampilan, dan kepintaran secara intelektual, emosional dan spiritual.

                            Psikologi pendidikan mengandung makna atau pengertian:
  1.  Ilmu yang mempelajari tentang proses belajar,pertumbuhan dan kematangan.
  2.  Ilmu yang memfokuskan pada penerapan dan penyaluran suatu informasi ,keterampilan dan sikap dimana yang diteruskan dari guru kepada siswanya.
  3. Proses dimana membantu seorang siswa/siswi untuk mengetahui bagaimana metode psikologi pendidikan dalam hal belajar dan mengajar.
  4. Penarapan yang mengandung proses belajar dan mengajar dalam hal perubahan tingkah laku seorang siswa/siswi.

Adapun pengertian belajar ialah suatu proses kegiatan dimana inti akhirnya yaitu merangsang seseorang yang sedang dalam keterlibatan.
Sementara pengertian mengajar ialah proses dimana pencapaian akhirnya ialah melatih dari kegiatan seperti pengalaman-pengalaman di sekolah,laboratorium,praktikum atau bahkan di alam terbuka.
Dalam suatu ilmu, tujuan dari psikologi pendidikan ialah memberikan pengetahuan riset yang dapat secara efektif di aplikasikan untuk situasi baik mengajar dan belajar.

                                  Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
  1.  Cara Belajar Yang Efektif
Dalam hal ini membutuhkan dua hal utama
1. Pengetahuan dan keahlian profesional.
2. Komitmen dan motivasi.

  •  Pengetahuan dan Keahlian Profesional.
  • Penguasan Materi Belajar.
  • Strategi Pengajaran.
  • Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional.
  • Keahlian Manajemen Kelas.
  • Keahlian Motivasional.
  • Keahlian Komunikasi.
  • Bekerja Secara Efektif dengan Murid dari Latar Belakang Kultur yang Berlainan.Keahlian.
  • Komitmen dan Motivasi.
                                  Riset Dalam Psikologi Pendidikan 

Mengapa riset itu penting?
Riset memiliki tujuan yaitu memberikan suatu informasi yang valid tentang cara terbaikuntuk mengajar bisa membuat anda menjadi guru yang lebih baik(Fraenkel & Wallen,2000).
Riset juga diperlukan sebagai jalan penemu solusi yang baik.
Contoh; Setiap para tokoh ilmiah memiliki pandangan yang masing-masing setiap tokoh memiliki pandangan yang berbeda-beda pula, disinilah diperlukan riset untuk membuktikanya.

                                  Pendekatan Riset Ilmiah

  • Riset ilmiah 
 Riset ilmiah adalah riset objektif,sistematis,dan dapat diuji.Riset ilmiah juga dilandaskan pada
metode ilmiah.
  • Metode ilmiah
Metode ilmiah adalah sebuah sebuah pendekatan yang dapat dipakai untuk menemukan informasi yang akurat.
  • Teori
Teori adalah seperangkat ide yang saling berkaitan dan koheren , yang berfungsi untuk menjekaskan dan membuat prediksi.
  • Hipotesis
Hipotesis adalah asumsi dan prediksi spesifik yang dapat  diuji untuk mengetahui apakah teori itu benar atu tidak.

                                 Metode Riset

  1.  Riset Deskriptif
  • Observasi.
  • Laboratorium.
  • Observasi alamiah.
  • Observasi partisipan.
  • Wawancara dan kuesioner.
  • Tes standar.
  • Studi kasus.
  • Studi etnografik.

    2.   Riset Korelasional
    3.   Riset Eksperimental
  • Variabel dependen.
  • Kelompok eksperimen.
  • Kelompok kontrol.
  • Penetapan acak.
    4.   Rentang Waktu Riset
    5.   Riset Cross-sectional
    6.   Riset Longitudinal
    7.   Riset Evaluasi Program , Riset Aksi, dan Guru- Sebagai-Periset
    8.   Riset Evaluasi Program
    9.   Riset Aksi

                     Tantangan Riset
  •  Etika
  • Gender
  • Etnis dan Kultur
Ethnic gloss dapat menyebabkan periset mendapatkan sampel kelompok etnis yang tidak representatif atu tidak jelas diversitas kelompok tersebut, dan ini menyebabkan generalisasi yang berlebihan dan stereotip.
 
                        Menjadi Konsumen yang Bijak tentang Psikologi Pendidikan
  • Berhati-hatilah terhadap apa yang dilaporkan di media populer.
  • Ketahuilah cara untuk menghindari dari membuat kesimpulan tentang kebutuhan dividu berdasarkan riset kelompok.
  • Kenalilah betapa gampangnya membuat generalisasi yang berlebihan untuk sampel yang kecil atau sampel klinis.
  • Berhati-hatilah karena satu studi tunggal tidsk menghasilkan kesimpulan final.
  • Ingat bahwa kesimpulan sebab akibat tak bisa diambil dari studi korelasional.
  • Selalu perhatikan sumber informasi dan evaluasi kredibilitasnya(mutu yang lebih dipercaya).



          Referensi
  • Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 
Selasa, 06 Maret 2012 0 komentar

Harapan ku

Tahu kah kamu, ketika aku terlahir,apa yang pertama aku lakukan !!! TIDUR
ya begitu lah saya waktu kecil suka sekali tidur,anda pasti juga kan?
masa-masa paling nikmat ,y semasa bayi dech,di jaga nya hingga 24 jam full.
   
                                                                        TIDUR




Ya saat itu saya hanya bisa tertidur pulas dan hanya bisa menerima stimulus dari orang tua saya,namun kebahagiaan  itu tidak berjalan lama .
                                              
                                                              KASIH SAYANG






Dan saat itu lah saya menerima kejadian yang diluar dugaan saya,pada saat itu berkisar umur 3 tahun.
kejadian apa??
                                                            
                                                             PERCERAIAN
                                         
                                         


apakah yang ada di benak saya!!
                                                                MENANGIS


saat itu lah saya menangis ketika tangan saya berpisah genggaman dengan ibu kandung saya,saya sangat terpukul,dan saya menangis sekuat-kuatnya,karena hanya dengan nangis yang bisa saya lakukan .
saya hanya bisa menerima keadaan saya,sehari-harinya saya bermain dengan boneka busuk saya,berlari kesana kemari sendiri,berjalan sendiri,menyanyi sendiri.karena pada saat itu ayah saya lagi sibuk dinas demi menafkahi saya seorang diri.

                                                     BERMAIN SENDIRI




Allah s.w.t maha besar saya mendapatkan seorang ibu baru yang mengajari saya untuk beribadah dan menemani hidup saya sehari-harinya,tidak bisa saya ucapkan dengan kata-kata karena beliau sangat menyayangi saya hingga detik ini. 

IBU ANGKAT





Akan tetapi saat itu juga saya di uji kembali oleh allah s.w.t,yaitu penyakit yang saya derita.
samapai detik ini saya masih ingat yaitu penyakit yang memalukan,dimana setiap kali bertemu orang saya ketakutan ,saya melihatnya seperti hantu,hehehehehhe.

DEPRESI
                             
 

Tapi semua itu ada hikmahnya,ketika itu lah ayah saya berubah menjadi seorang yang sangat perhatian kepada saya,beliau rela kehilangan kerjaannya demi saya,demi menjaga saya karena saya membutuhkan orang-orang yang sangat saya cintai.



                                       DAPAT PERHATIAN SANG AYAH TERCINTA









Akhirnya saya normal kembali dan dapat menikmati kasih sayang dari ayah tercinta saya,meskipun tanpa ibu kandung.tapi hal itu lah yang membuat saya dapat terus berdiri.



                                                                  ME





Tapi kebahagiaan itu hanya sesaat saja saya nikmati, saya harus menerima kenyataan pahit kembali.
Allah menunjukan kuasanya yaitu ayahanda tercinta kembali ke pangkuan-nYA ketika saya berumur 11 tahun.


                                               KEMBALI KE SANG KHALIK




Tapi cobaan itu tak membuat saya putus asa,allah masih sayang sama saya,buat apa saya sia-sia kan.
setiap orang punya massa lalu tapi tidak setiap semua orang mempunyai massa depan.dari massa lalu saya belajar untuk terus berkarya dan berkarya,hingga tiba waktunya allah s.w.t menunjukan kuasanya yaitu saya diterima di Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara
 2011.
                                              
                                   Universitas Sumatera Utara



Apa yang saya harapkan dan saya perjuangkan akhirnya menghasilkan buah yang manis.
meskipun ketika saya berada dikampus ,banyak yang anak manja , terkadang saya berfikir
KAPAN AKU BISA MENYENTUH KEMBALI TANGAN AYAH DAN IBU KU.
Saya manusia yang normal yang juga membutuhkan belaian kasih sayang dari orang tua.


                                      
                                                KELUARGA BAHAGIA








Aaaaaaaa,saya tidak boleh mengeluh tugas saya sekarang menjadi mahasiswa yang rajin dan aktif agar bisa menyandang gelar  S1.
                                
                                                            WISUDA








                             S E M A N G A T     R I K A     D A M A Y A N T I
Minggu, 04 Maret 2012 0 komentar

Coba-Coba

maaf ya teman2 rika baru blajar membuat blog,jadi agak binggung ni,dari mana dulu dimulai,ya sudah deh salam kenal aja dulu y,

 
;