Rabu, 21 Maret 2012 0 komentar

Teknologi Pembelajaran

Teknologi Dan Pendidikan

  • Teknologi pembelajaran (Instructional Techonology) adalah teori dan praktek tentang perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar.
  • Revolusi teknologi adalah bagian dari masyarakat informasi dimana kita kini hidup.
  • Orang menggunakan komputer,bolpoin,surat, dan telepon untuk berkomunikasi. masyarakat informasi baru masih mengandalkan beberapa keahlian nonteknologi mendasar, seperti: keterampilan berkomunikasi, kemampuan memecahkan masalah, berfikir mendalam, berfikir kreatif, dan bersikap positif. akan tetapi, didunia yang kini berorientasi teknologi, kompetensi orang makin ditantang dan diperluas dengan cepat (Bitter & Pierson,2002; Collis 7 Sakamoto,1996;Nickerson,20000).
                                                      
  1. Internet adalah inti dari komunikasi melalui komputer. sistem internet berisi ribuan jaringan komputer yang terhubung diseluruh dunia, menyediakan informasi yang tidak terhingga yang dapat diakses murid.
  2. World wide web(web) adalah sisitem pengambilan hypermedia  yang menghubungkan berbgai materi internet;materi mencakup teks dan grafis.
  3. Website adalah lokasi individu atau organisasi di internet. website menampilkan informasi yang dimasukan oleh individu atau organisasi.
  4. Email adalah singkatan dari electronic mail. merupakan bagian penting lain dari intenet, pesan dapat dikirim dan diterima dari individu atau dari banyak individu sekaligus.
  • Standar untuk murid yang "melek teknologi"
  1. Pra teman kanak-kanak sampai grade dua.  
  • Gunakan alat input dan output untuk mengoperasikan komputer.
  • Gunakan variasi media dan teknologi .
  • Gunakan sumber daya multimedia yang pas.
  • Kerja sama dengan teman, anggota keluarga, dan orang lain saat menggunakan teknologi.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk pembelajaran.
  • Tunjukan perilaku yang etis dan sosial yang positif saat menggunakan teknologi.
     2.  Grade 3 sampai 5.
  • Gunakan keyboard dan alat input dan output lain secara efektif.
  • Diskusikan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Gunakan alat teknologi untuk menulis, berkomunikasi, dan mencari informasi yang menarik secara personal.
  • Gunakan telekomunikasi dan sumber daya online untuk berpartisipan dalam proyek pembelajaran bersama.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk aktivitas pemecahan masalah dan pembelajaran mandiri.
    3. Grade 6 sampai 8.
  •  Aplikasikan strategi untuk mengidentifikasikan dan memecahkan masalah hardware dan software yang muncul dalam penggunaaan sehari-hari.
  • Tunjukkan pengetahuan tentang perubahan dalam teknologi informasi dan efeknya terhadapa lapangan kerja dan masyarakat.
  • Gunakan alat spesifik, software, dan simulasi untuk mendukung pembelajaran dan riset.
  • Desain,kembangkan, publikasikan, dan paparkan produk.
  • Teliti dan evaluasi akurasi,relevansi, dan bias dari sumber informasi elektronik yang berkaitan dengan problem dunia nyata.
   4. Grade 9 sampai 12.
  • Identifikasikan kapabilitas dan keterbatasan dari teknologi kotemporer dan nilailah potensi sistem dan layanan ini untuk memenuhi kebutuhan personal dan pekerjaan.
  • Gunakan sumber daya teknologi untuk mengelola dan mengomunikasikan informasi personal dan profesional.
  • Gunakan informasi online secara rutin untuk memenuhi kebutuhan riset, publikasikan, komunikasi, dan produktivitas.
  • Pilih dan aplikasikan alat teknologi untuk riset, analisis informasi, dan pemecahan problem dalam pembelajaran materi.


       Referensi
  • Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan, Edisi Kedua. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. 

                                                     
Minggu, 18 Maret 2012 0 komentar

Alfred Binet





 Apa sich inteligensi itu??? inteligensi itu adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Banyak para ahli yang mengemukakan tentang inteligensi terutama Alfred Binet.

                      ALFERD BINET ( 1857 -1911)

Alferd Binet lahir di Nice, Prancis pada tanggal 8 Juli 1857. Alfred Binet dikenal sebagai seorang psikolog dan juga pengacara (ahli hukum). Hasil karya terbesar dari Alfred Binet di bidang psikologi adalah apa yang sekarang ini dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. 
Menurut Alfred Binet, definisi inteligensi terbagi dalam 3 bagian yaitu :
1. Direction , kemampuan untuk memusatkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan.
2. Adaptation, kemampuan untuk mengadakan adapatasi terhadap masalah yang dihadapinya atau fleksibel dalam menghadapi masalah
3. Critism, kemampuan untuk mengadakan kritik, baik terhadap masalah yang dihadapi atau terhadap dirinya sendiri.
Ia bersama mahasiswanya yaitu Theophile Simon menyusun tes inteligensi. Tes itu disebut Skala 1950. Tes ini terdiri dari 30 pertanyaan, mulai dari kemampuan untuk menyentuh telinga hingga kemampuan untuk menggambarkan desain berdasarkan ingatan dan mendefinisikan konsep abstrak. Sebagai anggota komisi investigasi masalah-masalah pendidikan di Perancis, Alfred Binet mengembangkan sebuah test untuk mengukur usia mental (the mental age atau MA) anak-anak yang akan masuk sekolah. Usia mental tersebut merujuk pada kemampuan mental anak pada saat ditest dibandingkan pada anak-anak lain di usia yang berbeda. Dengan kata lain, jika seorang anak dapat menyelesaikan suatu test atau memberikan respons secara tepat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diperuntukan bagi anak berusia 8 (delapan) maka ia dikatakan telah memiliki usia mental 8 (delapan) tahun. Tak lama kemudian pada tahun 1912 Wiliam Stern menciptakan konsep inteligensi quotient ( IQ ) yaitu usia mental seseorang dibagi dengan usia kronologis ( chronological age - CA), dikalikan 100. Jadi, rumusnya IQ = MA/CA x 100. Jika usia mental sama dengan usia kronologis, maka IQ nya adalah 100. Jika usia mental di atas usia kronologis, maka IQ nya lebih dari 100, misalnya anak enam tahun dengan usia mental 8 tahun akan punya IQ 133. Jika usia mentalnya di bawah usia kronologis, maka IQ  nya di bawah 100. Misalnya anak usia 6 tahun dengan usia mental 5 tahun akan punya IQ 83.
Tes Binet direvisi berkali-kali untuk di sesuaikan dengan kemajuan dalam pemahaman inteligensi dan tes inteligensi. Revisi-revisi ini disebut tes stanford binet karena di revisi di stanford university.  Tes stanford binet ini dilakukan secara individual untuk orang dari usia 2 tahun hingga dewasa. Tes ini memuat banyak item, beberapa diantaranya membutuhkan jawaban verbal, yang lainnya respon non verbal. Misalnya, item yang mencerminkan level kinerja usia 6 tahun pada tes tersebut adalah tes kemampuan verbal untuk mendefinisikan setidaknya enam kata, seperti jeruk dan amplop dan kemampuan nonverbal untuk menelusuri suatu jalur yang ruwet. Item yang merefleksikan level kinerja dewasa antara lain tes pendefinisian kata seperti disproporsial dan hormat, tes menjelaskan pepatah, dan membandingkan anatara pengangguran dan kemalasan. Edisi keempat tes stanford binet dipublikasikan pada 1985. salah satu penambahan pentinng pada versi ini adalah analisis respons individual dari segi empat fungsi : penalaran verbal, penalaran kuantitatif, penalaran visual abstrak, dan memori jangka pendek. Skor komposit umum masih dipakai untuk mengetahui keseluruhan inteligensi. Tes stanford binet masih menjadi salah satu tes yang paling banyak di gunakan untuk menilai inteligensi murid.
Sabtu, 17 Maret 2012 0 komentar

Review dan Contoh Operant Conditioning


Kasus :
Ketika saya  semester  1, saya orang yang tidak mau tahu tentang belajar , terutama tidak mau mempelajari ulang apa yang telah dosen berikan kepada saya. Waktu terus bergulir, namun saya tetap enjoy dengan kemalasan say, tidak tahu pada saat itu apa yang terlintas difikiran saya, apakah saya orang yang termasuk malas atau kerena faktor lingkungan saya, kerena ketika saya SMA saya tidak begitu malas untuk mempelajari ulang bahan pelajaran tersebut.
Tiba lah ujian MID semester  saya hanya menghandalkan bahan-bahan softcopy dari kelompok persentase dan hanya belajar beberapa saat saja, begitu juga dengan ujian AKHIR semester. Ketika hari libur saya sudah dag dig dug untuk melihat IP saya, dan begitu dibuka portalnya wauu IP saya hanya 2,81. Saya seddih dan menyesal ketika melihat IP saya, saya sadari hal itu, itu akibat kemalasan saya. Dan mulai saat ini ketika memasuki semester 2 saya rajin belajar dan berusaha untuk aktif didalam suatu kegiatan belajar dan mengajar  agar saya mendapatkan nilai yang baik dan dipuji orang tua.
Penyelasaian :
Teori ini dikemukakan oleh B.F Skinner
Metode-Metode  dalam operant conditioning

·         Reinforcement(Penguatan)
Yaitu  stimulus yang mengikuti respon yang akan meningkatkan kemungkinan respon itu diulangi lagi.
·         Primary & Secondary Reinforcement
1.         Primary reinforcement : penguatan yang terjadi secara ilmiah yang berhubungan dengan kebutuhan biologi.
2.         Secondary reinforcement : penguatan yang mengikuti primary reinforcement .

·         Positive & Negative Reinforcement
1.         Positif reinforcement yaitu proses belajar melakukan aktivitas yang mengarah pada hasil yang diinginkan/hasil yang menyenangkan.
2.         Negative Reinforcement yaitu proses belajar melakukan suatu aktivitas yang dapat menghindarkan orang tersebut dari konsekuensi yang tidak diinginkan.

·         Schedule Of Reinforcement
Terbagi menjadi 2:

1. Continues Reinforcement
 Memberikan reward di setiap perilaku yang diinginkan, jadi setiap melakukan  perilaku yang diinginkan langsung diberikan reward.

2. Partial Reinforcement:
Memberikan reward atas perilaku yang diinginkan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, jadi reward tidak diberikan setiap melakukan perilaku yang diinginkan.
·         Punishment
Yaitu penetapan konsekuensi negative atas perilaku yang tidak diinginkan
Terbagi :
1. Punishment positive
yaitu memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk menghentikan/mengurangi tindakan tersebut

2. Punishment Negative
Yaitu mengambil sesuatu yang menyenangkan untuk mengurangi tindakan tersebut
Berikut diagram yang dapat membantu menjelaskan empat metode yang ada pada Operant Conditioning.

Operant Conditioning


… Diberikan
… Dihilangkan
Hal yang baik
Positive Reinforcement
Negative Punishment

Duduk = Hadiah
Tidak Duduk = Tidak Ada Hadiah

(menambah respon)
(mengurangi respon)



Hal yang buruk
Positive Punishment
Negative Reinforcement

Tidak Duduk = Sentakan Tali
Duduk = Tidak Ada Sentakan Tali

(mengurangi respon)
(menambah respon)
·         Shaping
yaitu suatu proses yang bertahap yang terjadi pada operant conditioning untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Proses ini dimulai dari yang sederhana, setelah berhasil terus menuju pada tahap yang berikutnya, ini disebut Successive approximation.
           
            Jadi kasus saya termasuk negative reinforcement yaitu proses belajar melakukan suatu aktivitas yang dapat menghindarkan orang tersebut dari konsekuensi yang tidak diinginkan.
 
;