Kamis, 08 Januari 2015 0 komentar

Rancangan Tugas Akhir MK Kreativitas (REVISI)








Disusun oleh : Kelompok 6
Lisdiana Sani Namora Hrp     (11-002) http://11002lisa.blogspot.com/
Islahati Batubara                     (11-008)  http://11008ib.blogspot.com/
Rika Damayanti                     (11-018)  http://11018rika.blogspot.com/
Ayu Puspita                          (11-078)  http://11078ap.blogspot.com/
Liandra Khairunisa             (11-100)  http://11100liandra.blogspot.com/


                                                         Membuat aksesoris (Meronce)

Meronce adalah teknik membuat benda pakai atau benda hias dari bahan manik-manik atau biji-bijian yang dirangkai dengan benang. Ada dua macam manik-manik yang biasa digunakan untuk meronce. Jenis pertama adalah manik-manik yang terbuat dari bahan alam seperti manik-manik batu, kayu, kulit kerang, biji-bijian, dan mutiara. Jenis kedua yaitu manik-manik yang terbuat dari bahan buatan seperti manik-manik kaca, mutiara imitasi, dan manik-manik plastik. Bahan roncean terdiri dari dua bagian yaitu  : 
(1)   Bahan Alam, Bahan dari alam yang dapat dibuat menjadi hiasan dengan teknik meronce, contohnya kulit kerang dan biji-bijian (biji sawo, biji srikaya, biji jarak, biji kapuk randu)
(2)   Bahan Buatan, Bahan buatan biasanya adalah bahan hasil olahan yang diproduksi dari pabrik dan mudah didapat di toko yang menyediakan benda kerajinan, seperti mote-mote atau manik - manik yang terbuat dari plastik, kaca dan logam. Bahan-bahan ini umumnya lebih awet ketimbang bahan alami dari biji-bijian. 
Kegiatan meronce dilakukan melalui dua tahap, yaitu (1) Tahap perancangan dan (2) Tahap pembuatan.
1. Tahap Perancangan Karya
Untuk merancang karya roncean dapat dilakukan dengan cara menggambar di kertas karya benda roncean yang hendak dibuat. Sebaiknya berikan juga keterangan bahan yang akan digunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam membuat karya benda tersebut.
2. Tahap Pembuatan Karya
Membuat Roncean Aksesoris Manik-manik
Alat dan Bahan :
- Manik– manik (bentuk dan warna disesuaikan dengan keinginan masing-masing)
- Benang
- Jarum
- Pengait                                  
Cara Membuat :
-          Gunting benang sepanjang yang anda inginkan
-          Masukkan benang ke dalam jarum
-          Selanjutnya, dengan bantuan jarum masukkan manik – manik sampai penuh
-          Sekarang, aksesoris indah roncean pun telah jadi.
 
Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas
Kreativitas : Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk (4P)
            Setiap orang pada dasarnya memiliki bakat kreatif dan kemampuan untuk menggunakapkan dirinya secara kreatif, meskipun masing-masing dalam bidang dan kadar yang berbeda-beda. Sehubungan dengan pengembangan kreativitas dan untuk memenuhi tugas akhir performa kelompok mata kuliah kreativitas, kami menggunakan teori Pribadi, Pendorong, Proses dan Produk (4P) yang menjadi aspek penunjang kreativitas. Berikut adalah penjabaran teori 4 P :
1. Pribadi
            Kreativitas adalah ungkapan atau ekspresi dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif ialah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk yang inovatif.  Jika dikatikan dengan performa kelompok kami, yang terdiri dari 5 orang, kami adalah individu-individu dengan kreativitas yang berbeda-beda. Setelah bergabung dalam satu kelompok, ketika kami mendiskusikan performa apa yang akan kelompok tampilkan, kami menunjukkan kreativitas kami dari cara berfikir yang ditunjukkan dengan penyampaian pendapat yang berbeda-beda. Awalnya kelompok kami berencana untuk melakukan kegiatan menyulam tetapi karena terkendala oleh beberapa anggota kelompok yang tidak mahir menyulam akhirnya kami membatalkan rencana tersebut dan setelah melakukan brainstorming kembali memutuskan untuk melakukan kegiatan meronce. Kegiatan meronce yang kami lakukan adalah kegiatan membuat aksesoris berupa kalung dan gelang dengan bahan manik-manik.
2. Pendorong
            Bakat kreatif siswa akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya, ataupun jika ada dorongan kuat dalam dirinya sendiri (motivasi internal) untuk menghasilkan sesuatu. Bakat kreatif dapat berkembang dalam lingkungan yang mendukung tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang. Di dalam keluarga, di sekolah, di dalam lingkungan pekerjaan maupun di dalam masyarakat harus ada penghargaan dan dukungan terhadap sikap dan perilaku kreatif individu atau kelompok individu.
            Dalam kelompok kami, bakat kreatif berupa ide-ide tentang performa kelompok mulai bermunculan ketika pemberitahuan mengenai tugas akhir performa kelompok di sampaikan di dalam kelas. Setiap anggota kelompok memiliki motivasi untuk  menyelesaikan tugas ini dengan baik. Salah satu contoh motivasi internal yang ada dalam diri tiap-tiap anggota kelompok adalah menampilkan performa dengan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan nilai yang memuaskan dalam mata kuliah kreativitas. Deadline yang diberikan dan dukungan dari dosen serta teman-teman juga menjadi menjadi motivasi dan dorongan bagi kelompok dalam pengerjaan preforma kelompok.
3. Proses
            Untuk mengembangkan kreativitas, perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Penting untuk memberi kebebasan kepada individu untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan persyaratan tidak merugikan orang lain atau lingkungan. Pertama-tama yang perlu dilakukan adalah proses bersibuk diri secara kreatif tanpa perlu selalu atau terlalu cepat menuntut dihasilkannya produk-produk kreatif yang bermakna.
            Dalam proses pengerjaan performa kelompok, kelompok sempat menyibukkan diri untuk memikirkan konsep dan pengerjaan performa yang akan ditampilkan. Kelompok memulai prosesnya dengan brainstorming, setelah adanya keputusan untuk membuat roncean berupa kalung dan gelang dari manik-manik, kelompok membuat konsep dan mempostingnya di blog masing-masing kemudian barulah  kelompok membeli alat dan bahan roncean selanjutnya,kelompok meluangkan satu harian penuh untuk menghasilkan produk berupa kalung dan gelang. Proses kreativitas dirasakan berperan ketika kelompok melakukan kegiatan meronce.
4. Produk
            Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan, yaitu sejauh mana  keduanya mendorong (press) seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses (kesibukan, kegiatan) kreatif. Dengan dimilikinya bakat dan ciri-ciri pribadi kreatif, dan dengan dorongan (internal maupun eksternal) untuk bersibuk diri secara kreatif, maka produk-produk kreatif yang bermakna dengan sendirinya akan timbul.
Setiap individu dalam kelompok ingin menghasilkan kalung dan gelang yang cantik dan menarik. Kondisi ini berkaitan dengan pribadi dan lingkungan yang mendukung setiap individu dalam menghasilkan produk roncean terbaiknya. Ketika anggota kelompok secara internal termotivasi untuk menghasilkan roncean yang cantik dan menarik ia akan bekerja secara sungguh-sungguh sehingga dengan kesungguhannya jadilah gelang dan kalung hasil roncean yang bagus. Ketika setiap orang dalam kelompok menghasilkan roncean yang cantik dan menarik, performa kelompok akan semakin baik karena setiap anggota kelompok telah memberikan usaha terbaik mereka yang terlihat dari hasil yang  menarik secara merata di dalam kelompok.
 Kalung dan gelang hasil roncean merupakan produk kreatif yang bermakna bagi kelompok.  Setiap anggota terlibat secara aktif dalam pengerjaan produknya dan memberikan waktu serta tenaganya secara sungguh-sungguh sehingga hasil roncean yang akan ditampilkan dalam performa kelompok terlihat cantik dan menarik. Lingkungan yang mendukung berupa kesempatan memilih bahan, kesempatan untuk berekspresi secara pribadi melalui hasil roncean dan motivasi untuk mendapatkan nilai tertinggi menjadi hal-hal lainnya dalam kegiatan meronce sehingga kelompok dapat menghasilkan produk berupa aksesoris hasil roncean yang terlihat cantik dan menarik.
Terima Kasih :)


 
Kamis, 06 November 2014 1 komentar

Parcel Hantaran Jilbab

Assalamualikum dan selamat siang teman-teman semuanya J

Helloooo nama saya Rika Damayanti saya berasal dari Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara. Saya mau pamer nih keahlian saya hehehe Disini saya akan membuat kerajinan dengan tema “Parcel Hantaran Jilbab”. Kenapa saya membuat ini? karena menurut saya ini memiliki nilai ekonomis bagi orang yang membutuhkan kekereativanya  untuk membuat berbagai bentuk macam hiasan hantaran pengantin wanita. Lumayan kan kalau kita disewa orang untuk membentuk hiasan tersebut.Dimana seperti yang kita ketahui biasanya hantaran tersebut tidak terbentuk dari apa-apa alias polos karena ketidaktahuan kita untuk membuat parcel bentuk yang seperti apa, nah pernikahan itukan sekali seumur hidup, jadi tidak salahkan dikala kita akan melamar seorang wanita alangkah indahnya jika hantaran yang kita beri tersebut berbentuk unik dan dapat menarik orang yang melihatnya, seperti jilbab wanita yang berbentuk bunga seperti yang akan saya buat ini dan pakaian dalam berbentuk burung merak, wahhh pasti kerenkan dan menarik. Nah selain memiliki nilai ekonomis, hiasan ini bisa dipajang dirumah, yaaa menambah keindahan rumah juga, lalu bisa menggunakan kain bekas dalam hal pembuatannya setidaknya kain bekas tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomis.

Bahan:
  • Kardus bekas
  • Keranjang buah
  •  Plastik boneka
  •   Pita boneka
  • Kain pita
  • Tisu
  • Pulpen
  •  Gunting
  •   Jilbab bermotif/polos
  • Kain baru/bekas
  •    Karet
  •    Jarum pentol
  •   Lakban
Cara membuatnya:
  • Gambar kardus berbentuk bunga, lalu gunting gambar tersebut.
  • Selanjutnya buat kelopak sari madu dari tisu yang digulung-gulung dan dibalut oleh jilbab warna dasarnya.
  • Setelah itu lanjut dengan balutan kepada kardus yang berbentuk bunga dengan jilbab yang terbalut kelopak sari madu tersebut dan diikat dengan menggunakan karet.
  • Buatlah beberapa kardus yang berbentuk bunga dengan banyak sehingga bisa menghasilkan bunga yang mekar.
  • Setelah itu buatlah kardus berbentuk daun lalu digunting.
  • Dan selanjutnya kardus yang berbentuk daun tersebut dibalut dengan warna jilbab yang warna hijau sesuai warna dasar daun, lalu diikat menggunakan karet dan disatukan dengan kardus yang berbentuk bunga tersebut menggunakan karet.
  •  Setelah hasilnya didapatkan maka untuk membuat tangkai bunga adalah sisa dari balutan tersebut digulung sedemikian rapi dan membnetuk tangkai bunga, lalu dibalut dengan kain pita agar tangkainya kelihatan menarik dan disini balutan kain pita tersebut disatukan dengan menggunakan jarum pentol agar tidak terlepas dari tangkai bunga.
  •  Lalu letakan bunga yang sudah jadi tersebut di keranjang buah, tata sedemikian rapi dan masukan kedalam plastik boneka, lalu ikat dengan pita boneka dengan menggunakan lakban. Maka jadilah parcel hantaran jilbab.



Hasilnya:



Fungsi:
·         Hiasan hantaran jilbab pengantin               (memiliki nilai ekonomis)
·         Hiasan untuk diruang tamu                       (memiliki nilai ekonomis)



Terima kasih sebelumnyaaaa sudah meluangkan waktunya untuk membaca blog saya :)
Kamis, 23 Oktober 2014 0 komentar

Tugas Akhir MK Kreativitas Kelompok 6 :)


Rancangan Tugas Akhir MK Kreativitas

Disusun oleh : Kelompok 6
Lisdiana Sani Namora Hrp     (11-002)  http://11002lisa.blogspot.com/
Islahati Batubara                     (11-008)  http://11008ib.blogspot.com/
Rika Damayanti                      (11-018)  http://11018rika.blogspot.com/
Ayu Puspita                            (11-078)   http://11078ap.blogspot.com/
Liandra Khairunnisa               (11-100)  http://11100liandra.blogspot.com/

                                                Membuat aksesoris (Meronce)
Meronce adalah teknik membuat benda pakai atau benda hias dari bahan manik-manik atau biji-bijian yang dirangkai dengan benang. Ada dua macam manik-manik yang biasa digunakan untuk meronce. Jenis pertama adalah manik-manik yang terbuat dari bahan alam seperti manik-manik batu, kayu, kulit kerang, biji-bijian, dan mutiara. Jenis kedua yaitu manik-manik yang terbuat dari bahan buatan seperti manik-manik kaca, mutiara imitasi, dan manik-manik plastik. Bahan roncean terdiri dari dua bagian yaitu  : 
(1)   Bahan Alam, Bahan dari alam yang dapat dibuat menjadi hiasan dengan teknik meronce, contohnya kulit kerang dan biji-bijian (biji sawo, biji srikaya, biji jarak, biji kapuk randu)
(2)   Bahan Buatan, Bahan buatan biasanya adalah bahan hasil olahan yang diproduksi dari pabrik dan mudah didapat di toko yang menyediakan benda kerajinan, seperti mote-mote atau manik - manik yang terbuat dari plastik, kaca dan logam. Bahan-bahan ini umumnya lebih awet ketimbang bahan alami dari biji-bijian. 
Kegiatan meronce dilakukan melalui dua tahap, yaitu (1) Tahap perancangan dan (2) Tahap pembuatan.
1. Tahap Perancangan Karya
Untuk merancang karya roncean dapat dilakukan dengan cara menggambar di kertas karya benda roncean yang hendak dibuat. Sebaiknya berikan juga keterangan bahan yang akan digunakan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam membuat karya benda tersebut.
2. Tahap Pembuatan Karya
Membuat Roncean Aksesoris Manik-manik
Alat dan Bahan :
- Manik– manik (bentuk dan warna disesuaikan dengan keinginan masing-masing)
- Benang
- Jarum
- Pengait kalung                                  
Cara Membuat :
- Masukkan benang ke dalam jarum lalu ikatkan pengait dengan benang. Selanjutnya, dengan
   bantuan jarum masukkan manik – manik satu per satu.
- Isi benang tersebut dengan manik – manik sampai penuh, kemudian akhiri rangkaian dengan
   pengait. Sekarang, aksesoris indah roncean pun telah jadi.
I
 Selamat Mencoba! Terima Kasih :)
Jumat, 29 Juni 2012 0 komentar

Kasus Psikososial

TEORI
Extraneous factors in person perception
Beberapa faktor memainkan peran penting dalam persepsi:

1.Primacy effects : Pentingnya kesan pertama
Primacy effects adalah kecenderungan kesan pertama yang sangat besar mempengaruhi opini/pendapat  mengenai orang lain. Kesan pertama biasanya sangat penting dalam proses mempersepsikan seseorang.

a.      Prolonged exposure atau penjajakan yang lama
Penjajakan yang lama kepada seseorang cenderung mengurangi pengaruh kesan pertamamengenai orang itu. Meskipun penting dengan membuat kesan pertama yang menguntungkan pada hari pertama kerja, tidak perlu khawatir jika kamu tidak dapat melakukannya. Pada akhirnya teman kerjamu akan segera mengetahui sebernarnya dirimu. Informasi mengenai kamu yang dikumpulakn selama jangka waktu yang lama akan menghapus segala kesan pertama.

b.      Passage of time
Kesan pertama cenderung dilupakan seiring dengan berjalannya waktu. Jika kesan pertama dan kesan berikutnya berlalu dalam periode yang lama, kesan yang lebih baru akan menjadi pengaruh yang sangat besar.

c.       Knowledge of primacy effects
Ketika orang diperingatkan untuk menghindari pengaruh dari kesan pertama, primacy effects dapat dikurangi. Orang yang secara akurat mempersepsi seseorang perlu diajari mengenai bahaya primacy effect dan harus mengurangi pengaruh dari primacy effect dalam persepsi mereka.
2.  Proximity
Sesuatu yang penting, penyebab dari daya tarik lainnya adalah proximity (kedekatan) atau kedekatan geografis.

3. Mutual Liking

Hubungan timbal balik antara satu pihak dengan pihak lainnya.


KASUS

Pertama kali saya memasuki kampus psikologi universitas sumatera utara, dan dimana pertama kali saya mengikuti proses belajar dikampus ini. Ketika itu ketika pelajaran bahasa inggris semester 1 berlangsung saya ketemu dengan seorang teman  bernama siti rizki kartika, karena saya berasal dari anak daerah saya terlebih dahulu menyapanya tersebut dan dari hasil perbincangan kami, mulai esok dan seterusnya kami sering jalan bersama, makan bersama, curhat-curhat, ngerjai tugas bersama, duduk bangkunya dekat-dekatan dll. Dan dari situ saya mengganggap dia adalah sahabat saya dikampus, ketika esok harinya ia pernah memfoto copykan bahan pelajaran buat saya, dan saya tahu niat dia bak, maka dari hal seperti inilah saya menambah kedekatan saya dengannya dengan cara saya juga melakukan hal yang sama sepertinya ke dia, dengan begitu sampai akhir ini saya dan dia menjadi sahabat karib.


PEMBAHASAN

Kasus saya tersebut termasuk kasus yang membahas tentang mutual liking dimana sepeti kalimat diatas tersebut “ketika esok harinya ia pernah memfoto copykan bahan pelajaran buat saya, dan dari hal seperti inilah saya menambah kedekatan saya dengannya dengan cara saya juga melakukan hal yang sama sepertinya ke dia, dengan begitu sampai akhir ini saya dan dia menjadi sahabat karib”.

Dimana mutual liking adalah Hubungan timbal balik antara satu pihak dengan pihak lainnya, jadi ketika dia memfoto copykan bahan pelajaran buat saya, karena saya tahu niat dia baik, saya juga melakukan hal yang sama sepertinya ke dia.

Terima kasih.
Salam Hormat

Rika Damayanti 


Referensi

Selasa, 12 Juni 2012 0 komentar

Periode Emas Pertumbuhan Otak



Kita sering mendengar tentang periode emas pertumbuhan otak (brain growth spurt) saat kita mempelajari tentang tumbuh kembang otak balita. Apakah sebenarnya periode emas pertumbuhan otak itu? Mari kita pelajari lebih dalam lagi.

Periode emas pertumbuhan otak adalah tahap yang paling cepat dan paling kritis dalam perkembangan otak. Saat ini terjadi pada trimester ketiga kehamilan dan selesai diantara ulang tahun kedua dan ketiga seorang anak.
Di masa ini, pertumbuhan otak anak Anda sangat rapuh akan konsekuensi yang merugikan dari malnutrisi. Penelitian menunjukkan bahwa jika jumlah sel otak yang tepat tidak berkembang di masa ini, kekurangan secara permanen dapat terjadi. Oleh karena itu, masa periode emas pertumbuhan otak adalah kesempatan ‘sekali seumur hidup’ bagi otak anak Anda untuk berkembang sesuai dengan potensinya. Sebab itulah, di masa periode emas pertumbuhan otak ini, sangat penting untuk memberikan anak Anda nutrisi yang mereka butuhkan untuk perkembangan otak mereka.


Agar otak tumbuh optimal, kebutuhan tubuh anak akan nutrisi khususnya nutrisi yang membantu meningkatkan pertumbuhan otak seperti DHA, AA, Sphingomyelin dan Sialic Acid harus dipenuhi. Selain itu, fungsi otak juga dipengaruhi oleh kemampuannya untuk menyerap dan mengolah inforamsi. Terdapat dua asam amino yang berperan penting dalam proses penyerapan dan pengolahan informasi di dalam otak, yaitu Tyrosine dan Tryptophan. Tyrosine merupakan prekursor neurotransmitter catecholamines yang membantu meningkatkan penyerapan informasi. Tryptophan adalah prekursor neurotransmitter serotonin yang berfungsi penting dalam meningkatkan kualitas tidur, dimana tidur merupakan fase penting untuk memproses informasi di dalam otak.

Daftar Pustaka:
 
;