Sabtu, 17 Maret 2012

Review dan Contoh Operant Conditioning


Kasus :
Ketika saya  semester  1, saya orang yang tidak mau tahu tentang belajar , terutama tidak mau mempelajari ulang apa yang telah dosen berikan kepada saya. Waktu terus bergulir, namun saya tetap enjoy dengan kemalasan say, tidak tahu pada saat itu apa yang terlintas difikiran saya, apakah saya orang yang termasuk malas atau kerena faktor lingkungan saya, kerena ketika saya SMA saya tidak begitu malas untuk mempelajari ulang bahan pelajaran tersebut.
Tiba lah ujian MID semester  saya hanya menghandalkan bahan-bahan softcopy dari kelompok persentase dan hanya belajar beberapa saat saja, begitu juga dengan ujian AKHIR semester. Ketika hari libur saya sudah dag dig dug untuk melihat IP saya, dan begitu dibuka portalnya wauu IP saya hanya 2,81. Saya seddih dan menyesal ketika melihat IP saya, saya sadari hal itu, itu akibat kemalasan saya. Dan mulai saat ini ketika memasuki semester 2 saya rajin belajar dan berusaha untuk aktif didalam suatu kegiatan belajar dan mengajar  agar saya mendapatkan nilai yang baik dan dipuji orang tua.
Penyelasaian :
Teori ini dikemukakan oleh B.F Skinner
Metode-Metode  dalam operant conditioning

·         Reinforcement(Penguatan)
Yaitu  stimulus yang mengikuti respon yang akan meningkatkan kemungkinan respon itu diulangi lagi.
·         Primary & Secondary Reinforcement
1.         Primary reinforcement : penguatan yang terjadi secara ilmiah yang berhubungan dengan kebutuhan biologi.
2.         Secondary reinforcement : penguatan yang mengikuti primary reinforcement .

·         Positive & Negative Reinforcement
1.         Positif reinforcement yaitu proses belajar melakukan aktivitas yang mengarah pada hasil yang diinginkan/hasil yang menyenangkan.
2.         Negative Reinforcement yaitu proses belajar melakukan suatu aktivitas yang dapat menghindarkan orang tersebut dari konsekuensi yang tidak diinginkan.

·         Schedule Of Reinforcement
Terbagi menjadi 2:

1. Continues Reinforcement
 Memberikan reward di setiap perilaku yang diinginkan, jadi setiap melakukan  perilaku yang diinginkan langsung diberikan reward.

2. Partial Reinforcement:
Memberikan reward atas perilaku yang diinginkan sesuai dengan jadwal yang telah dibuat, jadi reward tidak diberikan setiap melakukan perilaku yang diinginkan.
·         Punishment
Yaitu penetapan konsekuensi negative atas perilaku yang tidak diinginkan
Terbagi :
1. Punishment positive
yaitu memberikan sesuatu yang tidak menyenangkan untuk menghentikan/mengurangi tindakan tersebut

2. Punishment Negative
Yaitu mengambil sesuatu yang menyenangkan untuk mengurangi tindakan tersebut
Berikut diagram yang dapat membantu menjelaskan empat metode yang ada pada Operant Conditioning.

Operant Conditioning


… Diberikan
… Dihilangkan
Hal yang baik
Positive Reinforcement
Negative Punishment

Duduk = Hadiah
Tidak Duduk = Tidak Ada Hadiah

(menambah respon)
(mengurangi respon)



Hal yang buruk
Positive Punishment
Negative Reinforcement

Tidak Duduk = Sentakan Tali
Duduk = Tidak Ada Sentakan Tali

(mengurangi respon)
(menambah respon)
·         Shaping
yaitu suatu proses yang bertahap yang terjadi pada operant conditioning untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Proses ini dimulai dari yang sederhana, setelah berhasil terus menuju pada tahap yang berikutnya, ini disebut Successive approximation.
           
            Jadi kasus saya termasuk negative reinforcement yaitu proses belajar melakukan suatu aktivitas yang dapat menghindarkan orang tersebut dari konsekuensi yang tidak diinginkan.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;