Selasa, 10 April 2012

Teori Perkembangan Fisik Anak Pada Usia 3 Tahun Pertama


1.    Pertumbuhan dan Perkembangan Fisik pada Bayi

·        Pola pertumbuhan

Proporsi terbesar dari tubuh adalah kepala selama perkembangan prenatal dan bayi yang baru lahir. Dimana kepalanya memiliki  ¼  dari ukuran tubuhnya.
Ada 2 jenis pola pertumbuhan:
Ø  Cephalocaudal
Urutan dimana yang pertama kali tumbuh dan berkembang itu selalu terjadi di bagian atas, yaitu kepala dan secara bertahap berkembang  ke bagian bawah. Pola yang sama juga terjadi di area kepala karena bagian atas kepala , sperti otak dan mata tumbuh lebih cepat daripada bagian rahang.
Perkembangan motorik secara umum memakai  prinsip cephalocaudal, misalnya seorang bayi melihat objek sebelum mereka dapat mengontrol tubuhnya, kemudian mereka bisa menggunakan tangan mereka sebelum bisa merangkak dan berdiri.
Ø  Proximodistal
Urutan dimana pertumbuhan dimulai dari bagian tengah tubuh ke bagian luar tubuh. Misalnya bayi bisa mengontrol lengan mereka  sebelum mengontrol tangan dan jari, tahap selanjutnya mereka bisa mengontrol tangan  dan kemudian jari-jari mereka.
·        Tinggi dan berat bayi
Rata- rata di Amerika bayi lahir dengan tinggi 20 inci dan berat  7,5 pon. 95% bayi yang lahir pada waktunya memiliki berat seki tar  5,5 – 10 pon dan panjang  18 – 22 inci. Laki-laki cenderung lebih panjang dari perempuan , dan anak sulung cenderung memiliki berat lebih kecil dibanding anak berikutnya.
Di beberapa hari pertama bayi kehilangan berat badan sekitar 10% dari keseluruhan berat badannya, terutama kehilangan cairan.
Berat badan mereka mulai meningkat kembali pada saat hari ke-5 dan umumnya kembali ke berat setelah lahir saat hari ke -10 sampai 14. Kemudian mereka tumbuh dengan pesat.  Pada usia 4 bulan, berat badan mereka mencapai 2x lipat dan mencapai 3x lipat ketika berumur 1 tahun.
Tinggi bayi bertambah sekitar  1 inci selama satu tahun pertama,dan kira-kira bertambah 1,5 kali dari panjang saat kelahiran di usia satu tahun.Ketika mereka berumur 2 tahun, berat mereka mencapai 26 – 32 pon. Setelah tahun kedua ini, berat bayi bertambah ¼ - ½ pon per bulan, dan mereka memiliki 1/5 berat orang dewasa. Tinggi mereka juga mencapai 32 – 35 inci, dimana hampir ½  dari tinggi orang dewasa.

·        Perkembangan otak bayi

Berat otak bayi baru lahir adalah sekitar ¼ dari berat otak ketika dewasanya. Ketika berumur 2 tahun berat otak berubah menjadi ¾ dari otak ketika dewasa. Pada usia 6 tahun, otak hampir seukuran dengan otak orang dewasa, tetapi pertumbuhan dan perkembangan fungsionalnya bergantung pada gizi yang benar seperti protein, zat besi,iodin,zinc,vit A, B6, dan asam folat.
Ø  Bagian- bagian otak
1.      Cerebrum (otak besar)
Merupakan bagian otak yang paling besar. Pada otak besar terdapat hemispher. Spesialisasi dari hemispher disebut lateralisasi, yaitu kecenderungan satiap belahan otak untuk memiliki fungsi khusus.
a.       Hemispher kiri                        
 Berperan pada bahasa dan pemikiran logis
b.      Hemispher kanan       
 Berperan mengatur fungsi spasial dan visual, misalnya: menulis, membaca peta
Kedua hemispher ini dihubungkan dengan jaringan lentur dan kuat, yaitu korpus kalosum, yang membuat keduanya dapat berbagi informasi dan berkoordinasi .
2.      Cerebelum ( otak kecil )
Berfungsi mempertahankan keseimbangan dan koordinasi motorik.

3.      Batang otak
Bertanggung jawab terhadap berbagai fungsi tubuh dasar  seperti bernapas, detak jantung, suhu tubuh, siklus tidur.
Ada 4 area utama di otak yang biasa dinamakan dengan lobus:
v  Lobus frontal, berperan pada proses berpikir dan asosiasi mental, dan respon motorik.
v  Lobus oksipital,  berperan dalam penglihatan.
v  Lobus temporal, berperan dalam pendengaran, bahasa, dan ingatan.
v  Lobus parietal, berperan dalam perhatian, kontrol gerakan dan konsep ruang.

Ø  Sel saraf
Ada dua tipe serabut pada sel saraf, yaitu akson dan dendrit. Akson berperan membawa sinyal dari badan sel untuk diteruskan ke dendrit, sedangkan dendrit menerima impuls dari akson untuk diteruskan ke badan sel  lainnya. Akson berakhir di sebuah terminal yang disebut dengan neurotransmitter yang terdapat pada sinaps. Interaksi kimia yang terjadi di sinaps akan menghubungkan akson dengan dendrit. Pada sel saraf juga terdapat selubung mielin. Selubung mielin merupakan lapisan yang menyelubungi akson, terdiri dari sel-sel lemak.
 Ada dua hal yang terjadi pada sel saraf di tahun pertama setelah kelahiran, pertama terjadi mielinasi yaitu pembungkusan axon dengan sel lemak agar impuls berjalan lebih cepat. Kedua konektivitas antar sel saraf meningkat, munculnya sel-sel saraf baru,dendrit-dendrit semakin bertambah dan koneksi sinap antara akson dan dendrit pun meningkat.
Awalnya , otak memproduksi lebih banyak sel saraf dan sinaps  dari yang dibutuhkannya. Neuron dan sinaps yang tidak digunakan atau tidak berfungsi dengan baik akan mati. Proses sel mati atau pemangkasan sel berlebihan dimulai selama masa prenatal dan terus berlangsung setelah kelahiran, ini berguna untuk membantu menciptakan sistem saraf yang lebih efisien.
Jumlah sinaps mencapai puncak saat berusia 2 tahun dan eliminasi mereka terus berlangsung sampai remaja. Saat beberapa neuron mati, yang lain terus membentuk, bahkan selama masa dewasa.

Ø  Mielinasi

Mielinasi ialah proses melindungi jalur saraf dengan zat lemak yang membuat komunikasi antar sel (impuls) lebih cepat. Proses mielinasi dimulai sejak masa prenatal dan berlanjut setelah kelahiran. Jalur terkait dengan sentuhan dan panca indera dimielinasi saat lahir. Mielinasi terhadap jalan visual yang lebih lambat matangnya dimulai saat kelahiran dan berlangsung sampai  5 bulan pertama.
 Jalur yang terkait dengan pendengaran telah melakukan mielinasi lebih awal, bahkan di 5 bulan kehamilan, tetapi proses ini tidak akan lengkap sampai usia 4 tahun. Bagian korteks yang mengendalikan perhatian dan ingatan tidak sepenuhnya dimielinasi sampai dewasa muda. Mielinasi dari hipokampus, strukrur dalam lobus temporal yang berperan penting dalam ingatan, terus meningkat setidaknya sampai usia 70 tahun.

Ø  Pembentukan otak : Peran pengalaman

Sebelum kelahiran otak tumbuh dengan pola yang sudahdi tentukan secara genetik  dan tidak dapat diubah, tetapi setelah kelahiran otak dibentuk berdasarkan pengalaman, apalagi pengalaman-pengalaman dini karena korteks tumbuh dengan cepat dan mengorganisasi diri sendiri.oleh karena itu, pengalaman masa dini dapat memiliki efek jangka panjang terhadap kapasitas  dari sistem saraf pusat untuk belajar dan menyimpan informasi.  Kemampuan berubah atau pembentukan otak melalu pengalaman ini disebut dengan plastisitas. Plastisitas terus berlanjut sepanjang hidup seiring perubahan neuron dalam ukuran dan bentuk untuk respon terhadap pengalaman.

Tidur (Sleep)

                 Bayi tidur lebih banyak dibandingkan masa sekarang (Sadeh,2008; Taveras, 2008). Kebanyakan bayi yang baru lahir tidur dalam rentang waktu 16 sampai 17 jam per hari, tetapi bayi yang baru lahir mempunyai variasi yang berbeda dalam berapa banyak waktu tidur mereka. Jaraknya dari 10-21 jam/hari. Bayi juga mempunyai variasi dalam waktu khusus untuk tidur dan pola tidur mereka. Meskipun jumlah total waktu yang dihabiskan tidur masih belum konsisten, bayi mungkin bisa mengubah jam tidurnya dari 7-8 jam beberapa kali/hari menjadi sedikitnya hanya 3-4 jam/hari. Usia 1 bulan, bayi di sudah mulai tidur lebih lama di malam hari. Usia 4 bulan, pola tidur mereka sudah mendekati pola tidur orang dewasa, menghabiskan waktu tidur di malam hari dan sebagian besar terjaga di siang hari (Sadeh, 2008).
            Apa yang membuat bayi sering terbangun di malam hari ? Sebuah penelitian terbaru tentang bayi berusia 9 bulan mengungkapkan bahwa biasanya bayi terbangun di malam hari berkaitan dengan faktor intrinsik seperti sepanjang hari menangis dan rewel, dan faktor ekstrinsik seperti menjadi tertekan ketika dipisahkan dari ibunya, ingin menyusui, dan tidur bersama (DeLeon & Karraker, 2007).

 REM Sleep 

                Pada REM sleep, mata berkedip pada kelopak mata yang menutup, sedangkan pada non REM sleep gerakan mata ini tidak terjadi dan tidur lebih tenang. Seiring dengan berkembangnya bayi ke masa dewawa, menghabiskan seperlima dari sepanjang malam dalam kondisi REM sleep, dan itu biasanya menghilang satu jam setelah non REM sleep.
            Bagaimanapun juga setengah dari dari pola tidur bayi adalah REM sleep, dan bayi sering memulai tidur mereka dengan REM sleep daripada nonREM sleep. Sebagian besar waktu pada bayi dikuasai oleh REM sleep dibanding poin-poin lain dalam kehidupan mereka. Pada usia 3 bulan,  persentasi waktu yang mereka habiskan pada REM sleep jatuh sekitar 40%, dan REM sleep tidak lagi mengawali siklus tidur mereka.
            Mengapa bayi menghabiskan banyak waktu pada REM sleep? Bayi menghabiskan waktu lebih banyak dibanding orang dewasa pada saat REM sleep, Kita tidak tahu apakah bayi bermimpi atau tidak, karena mereka tidak memiliki cara untuk mengungkapkan mimpi mereka.
 


Tidur Bersama
 
                 Pola tidur pada bayi baru lahir bervariasi dari budaya ke budaya. Biasanya bayi baru lahir tidur di dalam boks bayi pada ruangan yang sama dengan orangtua mereka atau dipisahkan dalam ruangan yang berbeda. Pada beberapa budaya bayi tidur dengan ibu mereka selama masa menyusui, setelah itu mereka tidur dengan saudara selama masa kanak-kanak (Walker, 2006). Apapun pengaturan pola tidur itu, disarankan agar tempat tidur dapat memberikan kenyamanan pada bayi dan boksnya memiliki penyangga di setiap sisi.
            Tidur bersama adalah masalah yang sedang diperdebatkan oleh para ahli (Sadeh, 2008). Menurut beberapa pakar anak, tidur bersama memberikan beberapa manfaat: dapat mempermudah pemberian ASI dan dapat memberikan respon yang cepat ketika bayi menangis, dan memungkinkan ibu untuk lebih mudah memprediksi bahaya jika terjadi perhentian pernapasan pada bayi (Pelayo & others, 2006). Beberapa para ahli merekomendasikannya, meskipun ada pihak lain yang menentang (Mitchell, 2007; Newton & Vandeven, 2006). The American Academy of Pediatrics Task Force on Infant Positioning and SIDS (AAPTFIPS) (2000) menentang tidur bersama karena tidur bersama dapat menimbulkan resiko kematian bayi karena terhimpit oleh ibunya sendiri.
            Riset study terbaru telah menemukan bahwa tidur bersama berhubungan erat dengan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), khususnya pada orangtua yang merokok, sedang mabuk, atau terlalu capek (Baddock & others, 2007).

SIDS

                Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah sebuah kondisi dimana bayi berhenti bernafas, biasanya terjadi sepanjang malam, tanpa sebab yang jelas. Resiko SIDS tertinggi dialami pada usia 2-4 bulan (Centers for Disease Control and Prevention, 2008).
             Sejak 1992, The American Academy of Pediatrics (AAP) telah merekomendasikan bahwa bayi seharusnya ditidurkankan dengan posisi telentang untuk mengurangi risiko SIDS, dan frekuensi tidur pada bayi cenderung dikurangi (AAPTFIPS, 2000). Para peneliti telah menemukan bahwa resiko SIDS menurun ketika bayi tidur telentang daripada posisi tengkurap atau menyamping (Keens & Gimmill, 2008; Sharma, 2007).
     Diantara alasan yang diberikan faktor risiko tertinggi adalah SIDS dapat merusak stimulasi bayi pada saat tidur dan membatasi kemampuan bayi untuk menelan secara efektif (Keens & Gimmill,2008). Selain karena posisi tidur yang salah, di temukan juga beberapa faktor yang menyebabkan resiko SIDS. Diantaranya adalah sebagai berikut :
·         SIDS cenderung terjadi pada bayi yang menggunakan dot saat mereka tidur (Li & others, 2006).
·         Bayi yang berat badan saat lahirnya rendah sekitar 5-10 kali lebih cenderung terkena resiko SIDS dibandingkan bayi yang lahir dengan berat normal (Horne & others, 2002).
·         Bayi yang mempunyai saudara yang telah meninggal karena SIDS mempunyai 2-4 kali kecenderungan meninggal dengan alasan yang sama (Lenoir, Mallet, & Calenda,2000).
·         6% dari bayi yang menderita sleep apnea, mengalami kesulitan dalam bernafas akibat saluran pernapasan yang tersumbat, biasanya sampai 10 detik atau lebih lama, meninggal karena SIDS (McNamara & Sulliva, 2000)

Nutrisi
                Sejak dilahirkan hingga berusia 1 tahun, 50% dari bayi umumnya mengalami peningkatan berat dan tinggi badan 3 kali lipat dari semula.
Kebutuhan Nutrisi
                Perbedaan kebutuhan bayi dalam hal asupan nutrisi mereka, struktur tubuh, tingkat pertumbuhan, dan pola aktivitas membuat kebutuhan nutrisi setiap individu sulit dipastikan (Burns & others ,2008 ;Wardlaw & Smith, 2009). Bagaimanapun, karena orang tua membutuhkan panduan, ahli nutrisi merekomendasikan agar bayi mengkonsumsi kira-kira 50 kalori /hari dikalikan setiap pon berat tubuh mereka- dua kali lebih banyak dari kebutuhan orang dewasa / pon berat tubuh mereka.
            Sejumlah perkembangan bayi mengubah beberapa hal, seperti: kebiasaan makan bayi pada tahun pertama pertumbuhan mereka (Black & Hurley, 2007). Seiring dengan  kemampuan motorik bayi berkembang,mereka berubah dari mengisap ASI atau susu formula ke arah mengunyah dan menelan dengan makanan yang setengah padat dan lebih kompleks.Karena kontrol motorik mereka yang meningkat pada tahun pertama, mereka mengalami masa transisi dari disuap menjadi makan sendiri.”Pada akhir tahun pertama mereka ,anak-anak telah dapat duduk,bisa mengunyah dan menelan makanan padat dan mereka memasuki tahap transisi dimana makanan mereka mengikuti pola makanan keluarga (Black & Hurley ,2007, p.1). Dalam hal ini bayi membutuhkan diet yang termasuk keanekaragaman dalam makanannya khususnya buah dan sayuran.
                Pengasuh memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan awal dari  pola makan  bayi (Bolling & Daniels, 2008;Chatoor & Macaoay, 2008;Farrow & Blissett, 2008). Pengasuh yang tidak sensitif terhadap perubahan perkembangan akan kebutuhan nutrisi bayi , pengasuh yang lalai, dan kondisi kemiskinan dapat menimbulkan masalah makan pada bayi (Black & Lozoff, 2008).
            Sebuah studi nasional terhadap lebih dari 3000 anak usia 4 s/d 24 bulan yang dipilih secara acak menunjukkan bahwa banyak orangtua di Amerika tidak memberi bayi mereka makan buah-buahan dan sayuran yang cukup melainkan memberikan makan junk food terlalu banyak (Fox & Others, 2004). Sepertiga dari bayi tidak makan sayuran dan buah-buahan malahan lebih sering mengkonsumsi kentang goreng, dan hampir setengah dari usia 7 sampai 8 bulan, bayi diberi makan makanan pencuci mulut, permen atau minuman yang manis.Pada usia 15 bulan kentang goreng menjadi makanan yang umum dikonsumsi bayi.
            Sebuah analisis pada tahun 1980 3,4 % bayi di Amerika yang berusia kurang dari 6 bulan mengalami obesitas yang pada tahun 2001 meningkat menjadi 5,9% (Kim & others, 2006). Di samping memakan terlau banyak kentang goreng, minuman manis dan permen, faktor lain yang dapat menimbulkan obesitas bayi adalah penambahan berat badan ibu pada waktu hamil dan apakah bayi mengkonsumsi ASI atau susu formula.

Menyusui ASI  Vs botol susu 

            Pada usia 4 sampai 6 bulan ASI ataupun susu formula menjadi sumber nutrisi bagi bayi.Sebuah konsensus yang berkembang menyatakan bahwa susu ASI lebih baik dari susu formula terhadap perkembangan kesehatan bayi (Hosea Blewett & Others, 2008; Lawrence, 2008).

Manfaatnya bagi anak

·         Gastrointestinal infections.Bayi yang mengkonsumsi ASI memiliki resiko yang lebih rendah terhadap infeksi saluran pencernaan.
·         Lower Respiratory Tract Infections.Bayi yang mengkonsumsi ASI memiliki resiko yang lebih rendah terhadap infeksi saluran pernapasan..
·         Asma. Hasil penelitian yang dilakukan America Academy of Pediatrics menyimpulkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 3 bulan pertama pada bayi akan melindunginya terhadap kemungkinan terkena asma, tetapi apakah itu dapat  mencegah asma pada anak yang lebih tua masih belum dapat dipastikan (Greer & Others, 2008).
·         Otitis media.Bayi yang mengkonsumsi ASI  mempunyai resiko yang kecil mengidap infeksi saluran telinga tengah.(Rovers,de Kok, & Schilder, 2006)
·         Overweight & Obesity.Bukti yang nyata mengindikasikan bahwa bayi-bayi yang mengkonsumsi ASI memiliki kecenderungan yang rendah menderita obesitas dalam masa kanak-kanak, remaja dan dewasa (Moschonis Grammatikaki & Manios, 2008)
·         SIDS. Bayi yang mengkonsumsi ASI memiliki kecenderungan yang rendah untuk mengalami SIDS (Alm, Lagercrantz, & Wennergen, 2006).

             Dalam hasil penelitian skala besar, tidak ada bukti yg konklusif yang ditemukan yang menyatakan bahwa dengan menyusui ASI, akan mengembangkan kognitif anak-anak dan sistem kardiovaskularnya (Agency for Healthcare Research and Quality, 2007).

Manfaatnya menyusui bagi kesehatan Ibu :

·         Breast cancer, bukti nyata mengidentifikasikan, ibu yang menyusui bayinya sendiri memiliki resiko yang rendah menderita kanker payudara (Shema & others, 2007).
·         Ovarian cancer, penelitian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui bayinya sendiri mempunyai resiko yang kecil menderita kanker ovarium ( Jordan & others, 2008).
·         Type 2 diabetes

         Beberapa pembuktian menunjukkan bahwa ibu yang menyusui bayinya sendiri mempunyai kemungkinan yang kecil menderita mengalami type 2 diabetes (Ip & others, 2007).
       Sebuah penelitian akhir membuktikan bahwa ibu yang menyusui bayinya sendiri mempunyai kemungkinan yang rendah menderita metabolic syndrome (gangguan seperti obesitas, hipertensi, dan resistansi insulin dalam kehidupan mereka (Ram & others, 2008).
     Wanita mana yang kurang suka memberikan ASI ? Mereka adalah ibu yang bekerja sepanjang hari di luar rumah, ibu-ibu yang berusia dibawah 25 tahun, ibu yang tidak berpendidikan tinggi, dan ibu-ibu yang berpenghasilan rendah (Merewood & others, 2007). Umumnya, ibu-ibu yang kembali bekerja pada tahun pertama bayi menggunakan pompa ASI untuk mengekstrak ASI mereka sehingga bisa disimpan untuk lain waktu bagi bayi mereka ketika mereka sedang sibuk.



MALNUTRISI PADA BAYI 

            Pemberian ASI yang lebih awal bagi bayi yang mana sumber nutrisinya belum cukup memadai ataupun  susu formula yang tidak cocok dan tidak bersih, dapat menyebabkan defisiensi protein dan gizi buruk pada bayi (Kramer, 2003). Sesuatu yang terlihat seperti susu tetapi sebenarnya bukan susu, seperti tapioka atau beras, juga sering digunakan sebagai pengganti ASI. Di negara-negara berkembang, ibu-ibu menyusui bayi mereka selama sedikitnya dua tahun namun untuk mengikuti perkembangan zaman, mereka berhenti memberikan ASI  jauh lebih awal dan menggantinya dengan susu fomula.

            Kematian bayi yang mengkonsumsi susu formula 5 kali lebih banyak dari bayi yang mengkonsumsi ASI (Grant, 1997). Namun, seperti kita lihat dalam Images of Life-Span Development, yang menjadi perhatian di negara berkembang adalah peningkatan jumlah wanita yang mengidap HIV dan kekhawatiran  akan menularnya virus itu ke keturunan mereka (Doherty & lainnya, 2006). Pemberian ASI lebih optimal bagi ibu dan bayi di negara berkembang, kecuali untuk ibu dengan HIV / AIDS atau yang diduga menderita HIV / AIDS.

      
2 kondisi yang menyebabkan kematian akibat malnutrisi adalah marasmus dan kwashiorkor. Marasmus diakibatkan oleh defisiensi protein- kalori yang parah dan berdampak pada kekurangsempurnaan jaringan tubuh di tahun pertama bayi.
Bayi menjadi terlalu kurus dan mengalami atrofi (penyusutan) otot.
Kwashiorkor diakibatkan defisiensi protein yang parah, biasanya muncul antara usia 1-3 tahun. Anak penderita kwashiorkor  kelihatan cukup makan tapi sebenarnya tidak. penyakit ini menyebabkan perut dan kaki membengkak oleh air. Kwashiorkor menyebabkan organ vital anak  menyerap hampir semua nutrisi yang tersedia dan menghabiskan nutrisi untuk bagian lain tubuh mereka. Walaupun tidak fatal, malnutrisi ini dapat merugikan fisik, perkembangan kognitif, dan sosial (de Onis & others, 2006).

2. Perkembangan Motorik

Kajian Tentang Sistem Dinamis (The Dynamic Sistem View)

            Bayi merakit keterampilan motorik untuk memahami dan bertindak. Untuk mengembangkan keterampilan motorik, bayi harus melihat sesuatu dalam lingkungan yang memotivasi mereka untuk bertindak dan menggunakan persepsi mereka untuk menyempurnakan gerakan mereka. Keterampilan Motorik merupakan solusi untuk tujuan bayi.
              Bagaimana keterampilan motorik dapat dikembangkan menurut teori ini? Ketika bayi termotivasi, maka ia akan melakukan sesuatu perilaku motorik baru. Perilaku baru adalah hasil dari faktor-faktor konvergensi, perkembangan sistem saraf, struktur fisik tubuh dan kemungkinan untuk bergerak, tujuannya adalah agar anak termotivasi untuk mencapainya, dan lingkungan yang mendukung untuk pencapaian keterampilan tersebut (Bertenthal, 2008; von Hofsten, 2008).
    
       Menguasai keterampilan motorik memerlukan upaya proaktif dari  bayi untuk mengkoordinasikan beberapa komponen keterampilan. Bayi mengeksplorasi dan memilih cara-cara yang memungkinkan mereka untuk melakukan keterampilan baru, mereka merakit pola yang adaptif dengan memodifikasi polanya saat  mereka melakukan gerakan. Langkah pertama terjadi ketika bayi termotivasi melakukan tantangan baru - seperti keinginan untuk menyeberangi ruangan – dan melewatinya sambil tersandung. Kemudian bayi "menyesuaikan" gerakan-gerakan ini agar aksit mereka lebih lancar dan lebih efektif. Penyesuaian dicapai melalui siklus pengulangan aksi dan persepsi dari  konsekuensi dari apa yang mereka lakukan.Menurut kajian sistem dinamis, merangkak,dan  berjalan dipelajari melalui proses adaptasi: Bayi memodulasi pola pergerakan mereka agar sesuai dengan kecakapan baru dengan mengeksplorasi dan memilih konfigurasi yang memungkinkan (Adolph & Yoh, 2008; Thelen & Smith, 2006).
            Jadi, menurut teori sistem dinamis, perkembangan motorik bukanlah proces yang pasif yang gen mendikte urutan keterampilan. Sebaliknya, bayi secara aktif mengumpulkan keterampilan untuk mencapai tujuan dan mengatasi hambatan yang ditimbulkan oleh tubuh bayi dan lingkungan. Alam dan penjagaan, bayi dan lingkungan, semua bekerja sama sebagai bagian dari suatu sistem yang selalu berubah secara dinamis. Keterampilan motorik diperoleh melalui proses dan diawali dengan gerakan refleks.

Refleks 

            Bayi baru lahir tidak sepenuhnya tak berdaya, Dalam beberapa hal dia memiliki refleks dasar. Contoh : Bayi yang baru lahir otomatis menahan napas dan membuat tenggorokan berkontraksi untuk membuat air keluar. Bayi manusia diperkirakan memiliki 27 macam refleks utama. Rooting reflexes dan Sucking reflexes merupakan contoh penting.
-Rooting reflexes terjadi ketika pipi bayi dibelai atau sisi mulut nya disentuh , Respon nya adalah kepala bayi akan menoleh ke arah sisi yang tersentuh untuk menemukan sesuatu
-Sucking reflexes terjadi ketika bayi baru lahir dan secara otomatis menghisap benda yang ada didekat mulutnya
-Moro reflexes terjadi dalam respon yang mendadak ketika mendengar suara keras, ketika terkejut, bayi akan menjulurkan tungkai kaki, dan lengan serta jari, punggung melengkung ke belakang, dan kepala ditarik ke belakang.


Gross Motor Skills
- The Development of Posture
 
            Posture adalah proses dinamis yang dihubungkan dengan informasi sensorik di kulit , sendi dan otot Bayi yang baru lahir tidak dapat mengkontrol posturnya , namun dalam beberapa minggu mereka bisa menahan kepala mereka tegak. dan segera mereka dapat mengangkat kepala mereka disaat mereka tiarap. saat berumur 2 bulan, bayi dapat duduk saat mendapat dukungan duduk di pangkuan atau di kursi bayi, tapi mereka tidak dapat duduk sendiri sampai mereka berumur 6 atau 7 bulan. berdiri juga berkembang secara perlahan-lahan selama 1 tahun. saat berumur 8 atau 9 bulan, bayi biasanya belajar untuk menarik diri mereka sendiri ke atas dan berpegangan pada sebuah kursi, dan mereka sering kali bisa berdiri sendiri saat berumur 10 sampai 12 bulan.

- Belajar Untuk Jalan

             Untuk dapat berjalan dengan benar, bayi harus mampu untuk seimbang berdiri dengan satu kaki selama kaki yang satunya lagi berayun kedepan dan untuk meruah berat dari satu kaki ke kaki yang lain. bahkan bayi yang masih muda dapat membuat pergerakan kaki yang alternative yang dibutuhkan saat berjalan. dan juga saat bayi berumur 1-2 bulan diberikan dukungan dengan kaki mereka diletakkan pada treadmill, mereka menunjukkan kordinasi yang baik, langkah yang bergantian. disamping kemampuan awal tersebut, kebanyakan bayi tidak belajar untuk berjalan sampai ulang tahun mereka yang pertama. saat bayi belajar untuk berjalan, mereka mengamil langkah kecil karna kuasa dan kekuatan keseimbangan mereka yang terbatas.
           Bayi yang baru dapat merangkak, yang rata-rata bermur 8 bulan setengah, lebih memilih mengikuti langkah dengan posisi miring, seringkali terjatuh selama prosesnya (dengan ibunya berada di samping posisi miring untuk menangkap mereka). setelah beberapa minggu latihan, bayi yang yang merangkak menjadi lebih beradaptasi dalam menentukan posisis miring mana yang dapat mereka lewati untuk bisa sampai di bawah dengan aman. latihan khususnya penting dalam pembelajaran untuk berjalan.

- Tahun Pertama: Motor Development Milestones and Variations

          Waktu dari milestones, khususnya yang belakangan terjadi, dapat menjadi bervariasi selama 2-4 bulan, dan pengalaman dapat mengubah permulaan dari keberhasilan ini. dan juga beberapa bayi tidak mengikuti urutan standar dari keberhasilan pergerakan motorik.



- Perkembangan Di Tahun Kedua

           Keberhasilan dalam pergerakan motorik di tahun pertama membawa peningkatan kebebasan, dan untuk memulai interaksi dengan sesama lebih siap. saat berumur 13-18 bulan, balita dapat menarik mainan yang terikat padatali dan menggunakan tangan dan kaki mereka untuk memanjat ke atas beberapa langkah. saat berumur 18-24 bulan, balita dapat berjalan dengan cepat atau berlari kecil untuk jarak yang dekat., keseimbangan kaki mereka dalam posisi jongkok sambil bermain dengan mainan yang ada di lantai, berjalan mundur tanpa kehilangan keseimbangan mereka, berdiri dengan diam dan menendang bola tanpa terjatuh, berdiri dan melempar bola, dan lompat di tempat. kebanyakan ahli menyarankan latihan berstruktur untuk bayi.

- Fine Motor Skill

           Kemampuan motorik yang mencakup lebih banyak pergerakan yang baik, seperti keterampilan jari. seperti menggunakan sendok, mengancingkan baju, atau kegiatan yang lain yang membutuhkan keterampilan jari menunjukan keterampilan motorik yang halus. bayi yang baru lahir tidak memiliki kemampuan motorik yang halus.  selama 2 tahun dalam hidupnya, bayi memperbaiki kemampuannya dalam meraih dan memegang sesuatu. bayi meraih dengan menggerakan bahu mereka dan sikut mereka dengan kasar, berayun ke arah benda. kemudian, saat bayi meraih benda mereka menggerakkan pergelangan mereka, memutar tangan merek, dan mengkordinasi jempol dan telapat tangan mereka. bayi tidak harus melihat tangan mereka sendiri dalam meraih suatu benda. bayi memperbaiki kemampuan mereka dalam menggenggam benda dengan mengembangkan 2 tipe menggenggam.
          Bayi menggenggam dengan seluruh tangan mereka, yang biasa disebut palmer grasp. kemudian, mendekati akhir umur 1 tahun, bayi juga menggenggam benda kecil dengan jempol dan telapak tangan mereka, yang biasa disebut princer grip. sistem genggaman mereka sangat fleksibel. mereka memvariasikan genggaman mereka terhadap benda tergantung dari ukuran, bentu, dan tekstur, seperti ukuran tangan mereka dengan ukuran bendanya. perceptual-motor coupling dibutuhkan untuk bayi untuk mengkordinasi genggaman mereka. bayi 4 bulan bergantung kepada sentuhan untuk menentukan bagaimana mereka akan menggenggam suatu benda; bayi berumur 8 bulan akan lebih sering menggunakan penglihatan mereka sebagai bimbingan. perubahan perkembangan ini efisien karna penglihatan bayi berkembang disaat bayi meraih suatu benda. pengalam memainkan suatu peran dalam meraih dan menggenggam.


           Bayi perlu untuk melatih pergerakan motorik halus mereka. khususnya saat mereka dapat melakukan princer grip, bayi mendapatkan kesenangan dalam mengangkat benda-benda yang kecil. kebanyakn mengembangkan princer grip dan merangkak dalam waktu yang bersamaan, dan bayi saat seperti ini mengangkat semua benda yang mereka lihat, terutama di lantai, dan memasukkannya ke dalam mulut mereka. karena itu orang tua perlu memperhatikan benda apa yang di raih leh sang bayi.

3.  Perkembangan Sensasi dan Persepsi

Apakah Sensasi dan Persepsi?

          Bagaimana sensasi dan persepsi berkembang pada bayi? Bagaimana cara mengamati perkembangannya? Bagaimana dengan alat-alat indra lain? Seperti perkembangan mendengar, mencium, merasakan, dan menyentuh? Bagaimana hal-hal tersebut tumbuh dan berkembang pada anak-anak? Selanjutnya, muncul pertanyaan dapatkah anak usia 3 tahun pertama mendapatkan informasi bersamaan dengan 2 stimulus secara langsung seperti penglihatan dan suara? Pada perkembangannya, anak-anak mengetahui hal-hal seperti warna rambutnya, lembut kasar kulit ibunya dari proses sensasi (merasakan)

Sensasi dan Persepsi

         Sensasi adalah proses pengindraan yang merupakan pintu gerbang masuknya informasi dari luar ke otak untuk diproses lebih lanjut dalam proses berfikir. Yang berinteraksi langsung dengan lingkungan adalah system syaraf sensorik (indra) karena itulah disebut sensasi.Sensasi diperoleh ketika informasi berinteraksi dengan reseptor sensoris Organ-organ sensorik pada manusia meliputi ;
Mata, untuk menangkap gelombang cahaya
Telinga untuk menangkap gelombang suara
Kulit untuk merasakan sentuhan
Hidung untung penciuman dan bau-bauan
Lidah sebagai perasa.

          Reseptor adalah bagian yang menerima informasi, pesan, stimulus yang masuk dari indra untuk di pancarkan dan diproses lebih lanjut ke otak. Sebagai contoh, sensasi penglihatan (visual sensory) diperoleh dari gelombang cahaya yang masuk ke dalam mata dan proses penglihatan. Organ sensoris mengirimkan informasi yang di tangkap mata ke pusat penglihatan di otak.
          
 Persepsi adalah hasil dari interpretasi respon (keterangan) dari hal-hal yang dirasakan organ sensoris. Persepsi biasanya mempengaruhi prilaku.Contohnya, gelombang suara yang tertangkap oleh telinga bisa dianggap sebagai polusi suara atau alunan lagu.
          Perlu diingat bahwa, tidak akan ada proses pengindraan jika tidak ada stimulus. Sensasi bisa sama pada setiap orang tapi persepsi bisa berbeda. Stimulus yang sama mungkin saja menghasilkan persepsi yang berbeda.

Kemampuan sensor awal

          Otak yang berkembang memungkinkan bayi yang baru lahir untuk melakukan pengindraan yang cukup baik terhadap apa yang mereka sentuh, lihat, rasa, cium dan dengar. Indra bayi berkembang dengan cepat pada beberapa bulan pertama kehidupannya.
Penglihatan
           Berkembang tepat ketika seorang bayi dilahirkan. Mata bayi yang baru lahir lebih kecil dibandingkan dengan mata orang dewasa. Struktur retinanya belum komplit. Syaraf optiknya sedang berkembang. Bayi yang baru lahir buta di cahaya yang terang. Peralatan penglihatan mereka sempit dan akan menjadi 2 kali lipat lebih luas pada usia 2 sampai 10 minggu.
           Kemampuan untuk mengikuti target bergerak juga persepsi terhadap warna berkembang dengan cepat pada bulan pertama. Penglihatan semakin akurat di tahun pertama, mencapai level 20/20 pada usia 6 bulan. Penglihatan binocular (penggunaan kedua bola mata untuk focus, memungkinkan persepsi dalam hal jauh), biasanya akan berkembang dalam usia 4 sampai 5 bulan. Persepsi sensoris memungkinkan bayi untuk mempelajari lingkungan mereka sehingga mereka daoat menentukan arah di dalamnya. Koneksi 2 arah antara persepsi dan aksi ini memberikan bayi banyak informasi berguna tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka.


Teori Ekologis (The ecological view)

             Sebuah teori yang di kembangkan oleh Eleanor Gibson dan James Gibson yang mendeskripsikan perkembangan motoris dan kemampuan perseptual sebagai bagian system fungsional saling tergantung yang memandu prilaku dalam berbagai konteks. Merujuk kepada penelitian Gibsons, aktivitas motor dan sensoris lebih atau kurang terkoordinasi dari lahir. Pembelajaran perceptual terjadi melalui kemampuan mendeteksi dan membedakan yang terus tumbuh, karakteristik lingkungan kaya sensoris.
            Pandangan fungsi yang membawa individu berhubungan atau berkoneksi dengan lingkungannya untuk meningkatkan kemampuan beradaptasi. Disebut teori ekologi atau pendekatan ekologi karena berkaitan dengan kapasitas persepsi yang mengarahkan bayi untuk berinteraksi dengan lingkungan dan dalam proses beradaptasi. Persepsi di tujukan untuk aksi.
            Dalam eksperimen klasik yang dilakukan oleh Gibsons (1961), bayi berusia 6 bulan di tempatkan diatas meja Plexiglas berpola papan catur yang menciptakan ilusi jurang visual (visual cliff) di tengah meja. Bayi tersebut melihat perbedaan antar “tepi” dan “jurang”. Bayi merangkak dengan bebas diatas “tepi” tapi menghindari “jurang” walaupun mereka melihat ibu mereka melambaikan tangan di sisi lain dari meja tersebut.
            Menurut Gibsons, suatu objek mempunyai affordance. Affordance adalah, kesempatan berinteraksi yang di tawarkan dengan objek yang sesuai dengan kapasitas individu untuk melakukan aktivitas di lingkungannya. Pada perkembangannya, anak usia 3 tahun pertama mulai mengkombinasikan persepsi dan aksi untuk beradaptasi untuk menyelesaikan tuntutan keadaan.
           Bayi yang baru belajar merangkak atau berjalan umumnya kurang hati-hati ketika menghadapi jalanan atau langkah yang curam jika di bandingkan dengan perangkak atau pejalan yang berpengalaman / sudah mahir. (Adolph & Joh : 2007-2008)
         Bayi memasangkan persepsi dan aksi untuk mengambil langkah-langkah apa saja yang akan mereka lakukan di lingkungan. Dengan perkembangan persepsi bayi lebih mudah dan tepat dalam menemukan dan menggunakan kesempatan berinteraksi di lingkungannya.




Visual Perception

 Ketajaman visual dan wajah manusia

          Seberapa baik bayi dapat melihat? Saat lahir, syaraf dan otot mata bayi masih berkembang. Hasilnya, bayi yang baru lahir tidak dapat melihat benda kecil yang di letakkan jauh dari jangkauan penglihatannya. The new born vision is estimated to be 20/240 on the well-know snellen chart used for eyes examinations, yang artinya bayi yang baru lahir dapat melihat sejauh 20 meter sementara orang dewasa dapat melihat sejauh 240 meter. Dengan kata lain, objek berjarak 20 meter dapat dilihat dengan jelas oleh bayi jika diletakkan sejauh 240 meter dari penglihatan normal orang dewasa (20/20). Menginjak usia 6 bulan, jarak penglihatan bertambah menjadi 20/40.
          Bayi baru lahir tertarik memperhatikan wajah manusia. Bayi menghabiskan banyak waktunya untuk melihat wajah ibunya dibandingkan wajah orang asing selama 12 jam setelah ia lahir (Bushnell, 2003) Usia 3 bulan, bayi mulai mengenali dan menghubungkan wajah dengan suara. Membedakan antara wajah pria-wanita bahkan berdasarkan etnis dan grup. Bayi dapat menerima ciri-ciri tertentu. 2 sampai 3 minggu, pada umumnya memiliki tampilan atas ciri-ciri tertentu dibandingkan objek lain.

Penglihatan Warna

           Penglihatan bayi juga mengalami perkembangan. Pada usia 4 sampai 8 minggu, bayi bisa membedakan beberapa warna. Mulai usia 4 bulan, bayi mempunyai refrensi warna yang menyerupai orang dewasa dalam beberapa hal. Bayi lebih menyukai warna-warna yang lebih jenuh seperti biru gelap di bandingkan biru pucat.

Persepsi konstan (Perceptual constancy)

           Beberapa kecakapan persepsi, khususnya sangat mengesankan karena mereka menandakan bahwa persepsi bayi melampaui informasi yang diterima oleh indranya. Persepsi konstan dimana stimulasi sensorik selalu berubah tetapi persepsi pada dunia fisik tetap konstan. Jika bayi tidak mengembangkan persepsi konstan setiap kali mereka melihat sebuah objek pada jarak atau arah yang berbeda maka mereka akan melihatnya sebagai objek yang berbeda juga. Dengan kata lain, pengembangan persepsi konstan membuat agar bayi dapat melihat dunia mereka secara stabil. Ada 2 tipe Persepsi Konstan yaitu Size Constancy (Ukuran Konstan) dan Shape Constancy (Bentuk Konstan)



Size Constancy (Persepsi Ukuran Konstan)

          Adalah pengenalan suatu objek dimana objek tetap terlihat sama walaupun gambaran retinal suatu objek berubah pada saat bayi bergerak mendekati atau menjauhi benda. Ukuran suatu objek pada retina tidak cukup untuk memberi tahu kita ukuran sebenarnya benda tersebut.
         Tapi bagaimana dengan bayi? Apakah mereka memiliki persepsi ukuran konstan? Penelitian menemukan bahwa bayi berumur sekitar 3 bulan memilikinya. Namun, pada usia 3 bulan ini kemampuan ini belum berkembang sempurna dan akan terus berkembang sampai usia 10-11 tahun.


Shape Constancy (Persepsi Bentuk Konstan)

          Adalah pengenalan bentuk benda dimana benda tetap terlihat sama walaupun di lihat dari arah yang berbeda. Apakah bayi memiliki persepsi bentuk konstan? Sama dengan persepsi ukuran konstan.Peneliti menemukan bahwa bayi berumur sekitar 3 bulan juga memilikinya namun tidak untuk benda yang tidak berbentuk jelas, seperti pesawat terbang.

Deep Perseption (Persepsi dalam)

            Kemampuan untuk mengindra objek dan permukaan secara 3 dimensi, tergantung pada beberapa sinyal yang memengaruhi citra objek di retina mata. Isyarat kinetik berubah dalam citra yang bergerak terlepas dari apakah yang bergerak itu objeknya atau pengamatnya. Untuk mengetahui mana yang bergerak, bayi akan mengangkat kepalanya untuk beberapa saat, sebuah kemampuan yang berdiri dengan baik pada usia 3 bulan.
          Pada suatu saat antara 5 samapai 7 bulan, bayi merespon isyarat semacam ukuran yang relative dan perbedaan dalam tekstur dan bayangan. Untuk menilai kedalaman isyarat ini, bayi mengandalkan persepsi haptik, yaitu kemampuan untuk mendapatkan informasi berkenaan dengan spesifikasi barang seperti berat, ukuran dan tekstur dengan memegangnya. Persepsi haptik akan muncul setelah bayi mengembangkan koordinasi mata-tangan yang cukup matang untuk mencapai atau meraih objek (Bushnell & Boudreau, 1993)
 

Indra lainnya (Other Senses)

          Sistem sensorik lain selain juga mengembangkan visi masa bayi. kita akan membahas devlopment di pendengaran, sentuhan dan rasa sakit, bau dan rasa.
Jenis perubahan mendengar terjadi selama masa bayi? Bayi melibatkan persepsi dari kenyaringan suara itu, pitch, dan lokalisasi:
1. Kenyaringan.
          Setelah bayi lahir tidak dapat mendengar suara lembut cukup maupun orang dewasa bisa; stimulus harus lebih keras untuk didengar oleh baru lahir kemudian oleh orang dewasa. misalnya, orang dewasa dapat mendengar wishper dari sekitar 4 sampai 5 meter jauhnya, tapi baru lahir membutuhkan suara lebih dekat ke tingkat percakapan biasa untuk mendengar di kejauhan itu.

2. Pitch.

           Bayi juga kurang peka terhadap nada suara maka orang dewasa. lapangan adalah persepsi dari frekuensi suara. suara sopran terdengar bernada tinggi, suara bass rendah bernada. bayi yang kurang peka terhadap suara bernada rendah dan lebih mungkin untuk mendengar suara bernada tinggi. oleh dua tahun, bayi telah sangat ditingkatkan kemampuan mereka untuk membedakan suara dengan pitch yang berbeda.

3. Lokalisasi.

           Bayi dapat menentukan lokasi umum dari mana suara akan datang, tetapi dengan usia enam bulan, mereka lebih ahli dalam lokalisasi suara atau mendeteksi asal-usul mereka. kemampuan mereka untuk melokalisasi suara terus meningkatkan di tahun kedua.

Sentuhan dan rasa sakit

            Sentuhan merupakan indra pertama yang berkembang, untuk beberapa bulan pertama merupakan system sensor paling matang. Contohnya, ketika pipi di dekatkan pada pipi bayi yang baru lahir, bayi akan bereaksi mencari putting.
            Isyarat awal dan reflex dasar ini terjadi 2 bulan setelah kehamilan. Munggu ke 32 kehamilan, seluruh tubuh bayi sangat sensitive terhadap sentuhan dan akan semakin meningkat selama 5 hari pertama masa kehidupan.
           Apakah bayi merespon sentuhan? mereka bisa merasakan sakit? Bayi merespons untuk disentuh. Sentuhan pipi untuk menghasilkan balik kepala; sentuhan pada bibir menghasilkan mengisap gerakan. Bayi juga bisa merasakan sakit. Jika dan ketika Anda memiliki suara dan mempertimbangkan apakah ia harus disunat, masalah persepsi nyeri seorang bayi mungkin akan datang penting bagi Anda. Sunat biasanya dilakukan pada anak laki-laki muda tentang ketiga mereka setelah lahir. akan Anda anak muda pengalaman rasa sakit jika dia disunat ketika dia 3 hari tua?

           Investigasi oleh Megan Gunar dan rekan-rekannya menemukan bahwa laki-laki 1987 bayi baru lahir menangis intens selama sunat. bayi yang disunat juga menampilkan ketahanan luar biasa. dalam beberapa menit setelah sugery, mereka bisa perawat dan berinteraksi secara normal dengan ibu mereka. dan, jika diperkenankan, yang driftes baru lahir baru disunat ke dalam tidur nyenyak, yang tampaknya untuk melayani sebagai mekanisme coping. Selama bertahun-tahun, dokter melakukan operasi pada bayi baru lahir tanpa anasthesia.

           Praktek ini diterima karena bahaya anasthesia dan karena ini anggapan bahwa bayi baru lahir tidak merasa sakit. sebagai peneliti menunjukkan bahwa bayi baru lahir bisa merasakan sakit, praktek operasi pada bayi baru lahir tanpa anasthesia ditantang. anasthesia sekarang digunakan di beberapa khitanan. Kemampuan penting untuk menghubungkan informasi tentang visi dengan informasi tentang sentuhan terbukti pada masa bayi. koordinasi penglihatan dan sentuhan telah didokumentasikan dengan baik di usia 6 bulan dan dalam satu Wass studi menunjukkan dalam 2 sampai 3 anak usia bulan.

Bau

         Bayi dapat membedakan bau. Ekspresi di wajah mereka tampaknya menunjukkan bahwa mereka menyukai bau vanili dan bau strawberry tapi tidak suka bau busuk dan bau telur ikan. dalam satu penyelidikan, enam bayi mereka tua yang disusui menunjukkan, preferensi yang jelas untuk mencium payudara ibu mereka pad ratherthen pad payudara bersih. Namun, ketika mereka 2 hari. mereka tidak menunjukkan preferensi ini, menunjukkan bahwa mereka memerlukan beberapa hari untuk mengenali pengalaman untuk bau.

Rasa

         Kepekaan terhadap rasa bisa hadir bahkan sebelum lahir ketika sakarin ditambahkan ke cairan ketuban dari janin dekat-istilah, menelan meningkat. Dalam sebuah penelitian, bahkan pada hanya dua jam dari usia, bayi membuat ekspresi wajah yang berbeda ketika mereka merasakan solusi manis, asam, dan pahit. sekitar 4 bulan, bayi mulai lebih suka rasa asin, yang baru lahir keledai mereka telah ditemukan untuk menjadi tidak menyenangkan.


Intermodal Persepsi

           Adalah sebuah keadaan dimana individu mengalami episode kesatuan yang melibatkan informasi inter-grating dari 2 atau lebih modalitis sensorik seperti penglihatan dan pendengaran. Ada korespondensi yang baik antara banyak informasi yang di peroleh.

         Awalnya, eksplorasi bentuk intermodal persepsi sudah ada bahkan pada bayi yang baru baru lahir. Misalnya, bayi mengubah mata mereka dan kepala mereka terhadap suara suara atau retle ketika suara dipertahankan selama beberapa detik, tetapi bayi dapat melokalisasi suara dan melihat sebuah benda hanya dengan cara mentah. Bentuk-bentuk awal intermodal persepsi menjadi sherpened dengan pengalaman pada tahun pertama kehidupan.

         Dalam sebuah penelitian, bayi yang masih berumur 31/2 bulan tampak lebih ada di ibu ketika mereka juga mendengar suaranya dan lebih lama di sana ketika mereka juga mendengar suara ayahnya. Sehingga bahkan bayi dapat mengkoordinasikan visual-auditori informasi yang melibatkan orang.  

         Dapatkah bayi menempatkan visi dan suara bersama-sama yang lain seperti yang orang dewasa lakukan? Dalam enam bulan pertama, bayi mengalami kesulitan menghubungkan input sensorik dari mode, tetapi pada semester kedua tahun pertama mereka menunjukkan kemampuan semakin meningkat untuk membuat hubungan ini mental. Dengan demikian, bayi lahir ke dunia dengan beberapa kemampuan bawaan untuk melihat hubungan antara modalitas sensorik, tetapi mereka intermodal kemampuan meningkatkan cukup melalui pengalaman. Seperti aspek pembangunan, dalam pengembangan persepsi, alam dan memelihara berinteraksi dan bekerja sama.


Persepsi Motorik Kopling

         Tema terpenting dari persepri motorik kopling adalah perbedaan antara mengamati dan melakukan sudah menjadi tradisi waktu terhormat di psikologi. Namun, sejumlah pertanyaan expertsnon pengembangan persepsi dan motor apakah perbedaan ini masuk akal. Kekuatan utama dari penelitian dalam pendekatan sistem dinamis easther Thelen adalah untuk menjelajahi bagaimana orang berkumpul perilaku motorik untuk memahami dan bertindak.

          Tema utama dari pendekatan ekologis Eleanor dan James J.gibson adalah untuk menemukan bagaimana persepsi panduan tindakan. hanya dengan menggerakkan mata, kepala, tangan, dan lengan dan dengan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain? Dapatkah seorang individu sepenuhnya mengalami nya atau lingkungannya sendiri dan belajar bagaimana beradaptasi. persepsi dan tindakan yang digabungkan.

          Bayi, misalnya, terus mengkoordinasikan gerakan mereka dengan informasi perseptual untuk mempelajari bagaimana mempertahankan keseimbangan, meraih benda di ruang angkasa, dan bergerak di berbagai permukaan dan medan. Mereka termotivasi untuk bergerak dengan apa yang mereka anggap.Mempertimbangkan melihat sebuah mainan yang menarik di seluruh ruangan. dalam situasi ini, bayi harus melihat keadaan saat tubuh mereka dan belajar bagaimana menggunakan anggota tubuh mereka untuk mencapai mainan. meskipun gerakan mereka pada awalnya adalah canggung dan uncoordinate, bayi segera belajar untuk memilih pola yang sesuai untuk mencapai tujuan mereka. Sama, yang penting adalah bagian lain dari kopling persepsi-tindakan. yaitu, tindakan mendidik persepsi.

Research in life-span development
Studying the newborn’s perception

1.      Visual Preference Method. (Robert Fantz, 1963)

          Penelitian yang bertujuan menyelidiki sensasi penglihatan bayi. Bayi diletakkan di sebuah looking chamber yang mempunyai 2 sisi langit-langit diatas kepala bayi. Bayi melihat kearah benda yang berbeda dengan panjang waktu yang berbeda juga. Metode yang digunakan untuk menentukan apakah bayi dapat membedakan 1 stimulus dan stimulus lain dengan mengukur panjang waktu bayi mengikuti atau menyadari stimulus yang berbeda itu
         Fantz menemukan bahwa bayi 2 hari melihat lebih lama ke stimulus partner seperti wajah dan lingkaran sepusat di bandingkan dengan melihat ke arah cahaya merah, kuning atau putih. Sementara bayi 2 minggu lebih melihat ke pola atau susunan gambar seperti potongan yang tercetak daripada lingkaran berwarna.

2.      Habituation and dishabituation

          Bayi mengurangi respon terhadap stimulus setelah penayangan berulang atau sering terhadap suatu stimulus. Artinya, dalam ketertarikannya melihat suatu stimulus. Mendedikasikan bahwa, bayi dapat mendiskriminasi antara stimulus yang baru dan lama. Habituation adalah berkurangnya respon terhadap stimulus setelah stimulus tersebut di berikan secara berulang. Dishabituation adalah upaya memperbaiki respon yang berkurang setelah penayangan stimulus berulang dengan mengganti stimulus ataupun situasinya.

3.      High-Amplitude Sucking

              Digunakan untuk meneliti perhatian bayi terhadap suara. Caranya, bayi diberikan putting susu atau kompeng yang tak bernutrisi da kompeng itu di sambungkan ke system yang menghasilkan suara. Awalnya, bayi meneguk berulang-ulang yang menimbulkan suara berulang juga. Akhirnya, mereka kehilangan ketertarika terhadap bunyi atau suara-suara yang di dengar dan mulai mengurangi jumlah tegukan.Selanjutnya, para ahli mengganti suara yang telah dianggap biasa tersebut. Jika bayi mulai meneguk lagi, artinya bayi mulai mengabaikan suara yang terganti dan minum lebih banyak karena mereka tertarik dan ingitn mendengarkan bunyi baru yang dianggap lebih menarik.

Referensi
1.      Papalia & Olds, 2004, Human Development, New York : McGraw-Hill Book Co.
Santrock, 2003, Children, & ed. New York : McGraw-Hill Book C

2 komentar:

Iqbal Jauhar mengatakan...

blognya bagus..
visit my blog: karyajauhar.blogspot.com

Henry Siringoringo mengatakan...

Artikelnya sangat bermanfaat dan sangat membantu banyak orang..
Tetap Beri yang bermanfaat untuk kita semua..

Jangan lupa kunjungi juga blog saya..
http://ensiklopediaanak.blogspot.com

Poskan Komentar

 
;