Jumat, 30 Maret 2012

Tugas Kelompok 15 Genap(Masa Kanak-Kanak)

Tugas Kelompok 15 Genap
11110fathin.blogspot.com

Fungsi Pendidikan Pada Anak Prasekolah
Anak usia dini merupakan aset bangsa yang harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak yang bertanggung jawab. Keberhasilan anak pada usia dini diberbagai negara maju terlihat dari komitmen yang tinggi dari penentu kebijakan dalam hal ini pemerintah.

Pada usia 3-6 tahun disini lah peran orang tua sangat dibutuhkan karena pada usia dini seorang anak butuh perhatian khusus untuk dapat mengidentifikasi fisiologis si anak,memahami kreativitas si anak, dan memahami kecerdasan si anak pada saat mereka mengalami masa-masa di taman kanak-kanaknya atu play group.

Adapun tujuan pendidikan anak usia dini adalah
  1. anak mampu melakukan ibadah, mengenal dan percaya akan Ciptaan Tuhan  dan mencintai sesama.
  2. anak mampu mengelolah keterampilan tubuh mereka termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerakan tubuh, gerakan halus, gerakan kasar, serta menerima rangsangan sensorik.
  3. anak mampu menggunakan bahasa untuk pemahaman bahasa pasif dan dapat berkomunikasi secara efektif.
  4. anak mampu berfikit logis,kritis,memberikan alasan,memecahkan masalah dan menemukan hubungan sebab akibat.
  5. anak mampu mengenal lingkungan alam,sosial,peranan masyarakat dan menghargai keragaman sosial dan budaya 
  6. anak memiliki kepekaaan terhadap irama,nada,birama,berbunyi manis,bertepuk tangan serta menghargai hasil karya yang kreatif.
 Berdasarkan tujuan pendidikan anak usia dini dapat ditelaah beberapa fungsi program stimulasi edukasi, yaitu:
  1.  fungsi fisik.
  2. fungsi kognitif.
  3. fungsi emosi.
  4. fungsi psikososial.
 
 

1.       Perkembangan fisik Anak Prasekolah atau TK
  •          Perkembangan dan Perubahan Tubuh
   Pada usia 3-6 tahun,seorang anak tumbuh dengan cepat, namun tidak secepat masa sebelumnya. Perkembangan otot dan tulang  (mascular dan skeletal ), membuat anak-anak semakin kuat.
Tulang muda (cartilage) menjadi tulang (bone) lebih cepat dari sebelumnya, dan tulang menjadi semakin keras dan kuat,memberikan bentuk yang lebih ramping kepada anak serta melindungi bagian dalam. Berbagi perubahan ini , yang dikoordinasi oleh kematangan otak dan sistem saraf, menghasilkan perkembangan berbagi keterampilan motor. Peningkatan kapasitas sistem pernapasan dan peredaran darah membangun stamina fisik, dan bersama dengan pengembangan sistem kekebalan, menjaga anak untuk lebih sehat.

  •          Nutrisi dan Kesehatan Oral
    Anak-anak prasekolah atau TK makan lebih sedikit dibanding proporsi ukuran tubuh mereka dibandingkan dengan bayi. Anak-anak prasekolah atau TK yang diizinkan untuk makan kapan saja mereka lapar dan tidak ditekan untuk memakan apapun yang diberikan kepada mereka lebih cenderung untuk mengatur  pasokan kalori dibandingkan dengan anak yang diberi makan yang sesuai dengan jadwal.

Seiring dengan bergeraknya anak melewati masa prasekolah atau TK, pola makan mereka makin dipengaruhi  oleh lingkungan, seperti oleh orang dewasa. Ketika anak usia 3 tahun hanya akan makan sampai mereka kenyang, anak usia 5 tahun cenderung makan lebih banyak ketika porsi yang lebih banyak diletakkan didepan mereka.

  •       Pola dan Masalah Tidur
Anak kecil  dapat mengembangkan rutinitas yang kompleks agar tidak tidur, dan hal terssebut dapat membuat mereka terjaga lebih lama sebelum akhirnya jatuh tertidur . waktu tidur mungkin memunculkan bentuk separation anxiety , dan anak-anak mungkin akan melakukan semua yang mungkin dapat mereka lakukan untuk menghindarnya. Rutinitas tidur yang konsisten dan regular dapat meminilimasir masalah yang umum terjadi ini.

Anak-anak setelah masa bayi seharusnya tidak ditidurkan sambil menyusui atau diayun karena hal tersebut membuat mereka sulit tidur ( American Academy of Child Adolescent Psychiatry[AACAP], 1997).

  •     Keterampilan Motor

Keterampilan Motor
3 Tahun
4 tahun
5 Tahun
Tidak dapat berbalik atau berhenti secara tiba-tiba  atau cepat.


Dapat melompat dengan jarak lompatan 15 sampai 24 inci.


Dapat menaiki tangga tanpa dibantu,dengan menggunakan satu kaki secara berulang.

Dapat meloncat, menggunakan serangkaian lomaptan irregular dengan tambahan beberapa variasi.
Memiliki untuk berhenti, memulai, atau berputar yang lebih efektif.

 Dapat melompat dengan jarak lompatan 24 ke 33 inci.


 Dapat menuruni tangga dengan menggunakan satu kaki secara berulang, jika dibantu.

Dapat melompat satu kaki 4 sampai 6 kali.
Dapat memulai,berbalik, dan berhenti secara efektif dalam permainan.

Dapat melompat dengan berlari dengan jarak lompatan 28 sampai 36 inci.

Dapat menuruni tangga panjang dengan satu kaki secar berulang, tanpa bantuan.

 Dapat melompat sampai 16 kaki dengan mudah.

2.       Perkembangan Kognitif Anak Prasekolah atau TK
 

  •          Pendekatan Piagetian Anak Prasekolah atau TK
Anak dalam tahap prasekolah atau TK menunjukan beberapa kemajuan penting, sekaligus aspek pemikiran yang belum matang.
Fungsi simbolis memungkinkan anak untuk menggambarkan orang, objek, dan peristiwa yang tidak hadir secar fisik. Hal tersebut ditunjukan dalam deffered imitation , bermain sandiwara, dan bahasa.

Perkembangan simbolis awal membantu tahap praoperasional anak untuk membuat penilaian yang lebih akurat terhadap hubungan spesial. Mereka dapat memahami konsep identitas, menghubungkan sebab dan akibat, mengkategorikan benda hidup dan mati, dan memahami prinsip berhitung.
Anak praoperasional tampaknya kurang egosentris daripada yang dibayangkan oleh piaget.

Teori pikiran yang ditandai perkembnagan pada usia antara 3 dan 5 tahun, mencakup kesadaran akan proses berfikir sang anak sendiri, kognisi sosial, memahami orang bisa memercayai keyakinan yang palsu
 ( false belief ).kemampuan untuk menipu, kemampuan untuk membedakan penampakan dan realita, dan kemammpuan untuk membadakan fantasi dari realita.

  •        Perkembangan Bahasa dan Kemampuan Kognitif Lainya
Sepanjang masa anak prasekolah atau TK, kosakata meningkat dengan cepat, tata bahasa dan sintaksis menjadi cukup rumit. Anak-anak menjadi kompeten dalam pragmatis.

Berbicara sendiri adalah hal yang normal dan mungkin dapat membantu perubahan ke arah regulasi diri dan biasanya akan menghilang pada usia 10 tahun. penyebab perkembangan bahasa yang terlambat masih tidak jelas. Walaupun banyak anak  yang terlambat bicara dapat menyusul ketinggalanya, akan tetapi penanganan  mungki n dibutuhkan untuk menghindari konsekuensi kognitif, sosial dan emosional yang serius. Interaksi dengan orang dewasa dapat memunculakn literasi.

Pada semua usia, mengenal dapat dilakukan lebih baik daripada mengingat, akan tetapi kedua kemampuan tersebut meningkat pada amsa kanak-kanak awal. Memori  episodis awal bersifat temporer,memori tersebut kemudian berubah menjadi generik atau menghilang. Emori autobiografis mulai muncul pada usi 3 atau 4 tahun dan mungkin berkaitan dengan kemampuan mengenal diri awal serta perkembangan bahasa.     

3.       Perkembangan Emosi  Anak Prasekolah atau TK
 

Memahami emosi mereka membantu anak untuk memandu perilaku mereka dalam situasi sosial dan untuk berbicara tentang perasaan (Laible & Thompson , 1998). Anak-anak prasekolah atau TK dapat membicarakan emosi mereka dan sering kali dapat membedakan perasaan orang lain, dan mereka paham bahwa emosi  berhubungan dengan pengalaman dan hasyrat (Saarni, Mumme, & Campos, 1998).

 Pada usia 3 tahun, seorang anak akan memahami bahwa jika seseorang mendapatkan apa yang dia inginkan, maka ia akan bahagia dan apabila tidak maka ia akan sedih ( Wellman dan Woolley, 1990), walaupun demikian, mereka masih belum mendapatkan pemahaman penuh terhadap emosi pada diri sendiri seperti rasa malu dan rasa bangga,  dan mereka memiliki kesulitan mendamaikan emosi yang paling berlawanan, seperti merasa bahagia mendapatkan sepeda baru tetapi kecewa karena warna sepeda tersebut tidak seperti yang diharapkan (Kestenbaum & Gelman, 1995).

  •          Emosi yang Diarahkan Kepada Diri
Sebagaimana yang telah kita sebutkan sebelumnya, berbagai emosi yang diarahkan kepada diri sendiri seperti rasa bersalah, rasa malu, dan rasa bangga, biasa dikembangkan pada akhir tahun ketiga, setelah anak mendapatkan kesadaran diri dan menerima standar perilaku yang diterapkan oleh orang tua mereka.  Pelanggaran terhadap standar yang diterima dapat menimbulkan rasa malu atau bersalah, atau keduanya; mematuhi standar juga dapat melahirkan rasa bangga. Bahkan anak yang lebih tua beberapa tahun sering kali kurang memiliki kerumitan kognitif untuk menganalisa emosi ini dan apa menyebabkannya-sebuah langkah wajib untuk mengontrol emosional.

  •        Emosi Simultan
Perbedaan individual dalam memahami emosi yang saling berlawan dapat dibuktikan pada usia 3 tahun, anak usia 3 tahun yang dapat mengidentifikasi apakah sebuah wajah tampak gembira atau sedih dan dapat menjelaskan apa yang dirasakan sebuah boneka yang memainkan peran yang melibatkan perasaan gembira, sedih, takut, atau marah, dapat lebih baik menjelaskan emosi saling berlawanan dalam karakter cerita pada akhir masa taman kanak-kanak. Anak-anak ini cenderung berasal dari keluarga yang sering kali membahas mengapa orang bersikap sebagaimana yang mereka lakukan (J.R Brown & Dunn,1996).

4.       Perkembangan Psikososial Anak Prasekolah atau TK
 

Hubungan saudara kandung dan teman sebaya memberikan kontribusi kepada kemampuan diri. Sebagian besar interaksi saudar kandung bersifat positif. Saudar kandung yang lebih tua cenderung memulai aktivitas, dan yang lebih muda mengikuti. Saudar kandung berjenis kelamin sama, khususnya wanita, tumbuh bersama dngan akur.

Saudara kandung cenderung menyelesaikan perselisihan berdasarkan prinsip moral. Jenis hubungan yang dimiliki si anak dengan saudar kandung sering kali terbawa dalam hubungan dengan teman sebaya. Anak tunggal tampaknya sama baiknya dengan anak dengan saudara kandung.

Anak prasekolah atau TK memilih sahabat dan teman bermain yang mirip dengan diri mereka. Anak yang agresif kurang populer dibandingkan anak yang prososial. Sahabta memiliki interaksi lebih positif atau negatif dibandingkan teman bermain lain.  Pengasuhan dapat memengaruhi kompetensi sosial anak dengan teman sebayanya.






Referensi
Dr.Yuliani Nurani Sujiono, M.Pd.2009.Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta Barat.Macanan Jaya Cemerlang.
Santrock,J.W.2009.Life Span Development(12th Ed).New York:McGraw-Hill Book co.
Papalia & Olds.2004.Human Development.New York:McGraw-Hill Book Co.


0 komentar:

Poskan Komentar

 
;