Kamis, 29 Maret 2012

Pendidikan Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus

  • Hakikat Anak Berkebutuhan Khusus
            
Anak berkebutuhan khusus dapat dimaknai dengan anak-anak yang tergolong cacat atau yang menyandang ketunaan, dan juga anak lantib dan berbakat (Mulyono, 2006:26).
Banyak istilah digunakan untuk mencoba mengkategorikan anak-anak dengan berkebutuhan khusus, beberapa istilah yang dapat membantu guru mengumpulkan informasi yang merencanakan untuk masing-masing anak mencakup; dungu, gangguan fisik, lumpuh otak,gangguan emosional, ketidakmampuan mental, gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, ketidakmampuan belajar, autistik, dan keterlambatan perkembangan.

Kata-kata yang sering digunakan seiring berasal dari konsep lama dan mengabaikan sikap dan pengharapan negatif petunjuk berikut berguna memikirkan dan merencanakan dengan ketidakmampuan.
  1. tekankan keunikan dan nilai dari semua anak daripada perbedaan mereka.
  2. jaga pandangan masing-masing hindari penekanan ketidakmampuan dengan mengeyampingkan pencapaian masing-masing.
  3. pikirkan cara anak yang tidak berkemampuan dapat melakukan sesuatu sendiri atau untuk anak yang lain.
  4. berkaitan lingkungan dimana anak yang bermasala ikut serta dalam kegiatan dengan anak yang tidak bermasalah dan cara-cara yang bermanfaat satu sama lainya.
  • Anak Usia Dini yang Membutuhkan Perhatian Khusus
          Masalah-masalah perilaku psikososial yang seringkali muncul adalah:
  1. penakut.
  2. perilaku agresif.
  3. pendiam,menarik,dan atau rendah diri.
Anak yang mengalami kesulitan belajar adalah anak yang memiliki inteligensi normal atau diatas normal,akan tetapi akan mengalami satu atau lebih dalam aspek-aspek yang dibutuhkan untuk belajar.
kesulitan belajar ini disebabkan oleh disfungsi ringan dalam susunan syaraf pusat (minimal brain disfunction. kesulitan belajar ini diklasifikasikan menjadi 2 kelompok:
  1. kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (development learning disability)dengan disfungsi.
  2. kesulitan belajar akademik.
  • Pendidikan Inklusi di Indonesia
  1. pendidikan segregatif
adalah pendidikan yang memisahkan anak-anak dengan kebutuhan khusus dari anak-anak lain.

        
    2 .  pendidikan integratif
adalah pendidikan yang mengintegrasikan anak-anak dengan kebutuhan khusus bersama anak-anak lainnya pada umumnya dalam satu sistem persekolahan.


                  
  • Peran Guru dalam Kemitraan dengan Orang Tua 
      

  1. sikap guru yang selalu membantu.
  2. bertindak proaktif dengan orang tua.
  3. perpustakaan yang dapat dipinjam.
  4. makan bersama orang tua dan pameran seni karya.
  5. kerja bersama di hari sabtu.
  6. buku pesan untuk orang tua.
  7. hari hiburan anak dan keluarga.
  8. kursus bagi orang tua.
  9. hari hiburan anak dan keluarga.
  10. pertemuan orang tua dan guru.
  11. buku catatan orang tua dan daftar telepon.
  12. daftar baby sitter.
  13. ketika terjadi kecelakaan.
  14. mengatasi komplain orang tua.
  15. pertemuan orang tua.
  16. kunjungan rumah.


Referensi
  • Dr.Yuliani Nurani Sujiono,M.Pd. 2019. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini:Jakarta Barat :Macanan Jaya Cemerlang.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;